Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemkot Ternate

Dinkes Ternate Keluhkan Penutupan Insinerator, Limbah Medis Tak Terangkut Selama Sebulan

Limbah medis di sejumlah fasilitas kesehatan (Faskes) Kota Ternate, Maluku Utara tak terangkut selama 1 bulan

|
Sumber : Canva
LIMBAH - Ilustrasi limbah medis. Penanggung jawab kesehatan lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Ternate, Amrul Daga, mengatakan penutupan insinerator membuat limbah rumah sakit maupun puskesmas tidak bisa diangkut sesuai jadwal, Jumat (29/8/2025). 

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE-- Limbah medis di sejumlah fasilitas kesehatan (Faskes) Kota Ternate, Maluku Utara tak terangkut selama 1 bulan.

Kondisi ini terjadi setelah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menutup sementara insinerator atau alat pemusnah limbah medis.

Penanggung jawab kesehatan lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Ternate, Amrul Daga, mengatakan penutupan insinerator membuat limbah dari rumah sakit maupun puskesmas tidak bisa diangkut sesuai jadwal.

Baca juga: 3 Berita Populer Malut: Jalan Rusak di Ternate - Pesan Sherly Laos ke 140 ASN Pemprov yang Pensiun

“Aada surat dari DLH untuk penutupan sementara,” ungkap Amrul saat ditemui Tribunternate.com di Kantor Dinkes Ternate, Kelurahan Akehuda, Kecamatan Ternate Utara, pada Jumat (29/8/2025).

Amrul menyayangkan langkah DLH yang tidak memberikan solusi alternatif.

Ia khawatir insinerator berukuran besar bantuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) itu dibiarkan tidak berfungsi terlalu lama hingga rusak.

Menurutnya, normalnya pengangkutan limbah medis dilakukan setiap dua hingga tiga hari di rumah sakit, sedangkan di puskesmas seminggu sekali. Namun kini skema itu mandek.

Bahkan, mobil pengangkut limbah medis yang digunakan Dinkes mengalami kerusakan, sehingga petugas sempat memakai mobil open kap dan ditutup terpal.

Baca juga: Kafe Bungalow 3 Diam-diam Beroperasi Meski Sudah Ditutup Pemkab Halmahera Selatan

Selain itu, Amrul mengungkap biaya operasional pengangkutan masih ditanggung dengan sistem iuran. 

“Beberapa rumah sakit mengumpulkan Rp14 juta per bulan, dipakai untuk honor petugas dan BBM mobil. Sayangnya, honor petugas delapan bulan baru dibayar Agustus ini, itu pun hanya lima bulan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala DLH Ternate, Muhammad Syafei, ketika dikonfirmasi mengaku belum bisa memberi keterangan.

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved