Selasa, 2 Juni 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Respon Kapten KM Cantika Ekspress 08 Soal Penolakan Aktivitas dari Motoris Speedboat Ternate-Sofifi

"Yang beredar kami layani hingga 600 penumpang, itu tidak benar, hanya isu, tidak sesuai data lapangan, "kata La Eman, pemilik sekaligus kapten kapal

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Randi Basri | Editor: Munawir Taoeda
Tribunternate.com/Randi Basri
POLEMIK: Suasana aktivitas penumpang KM KM Cantika Ekspress 08 rute Ternate-Sofifi, Senin (8/9/2025). Pemilik kapal mengaku tudingan over kapatistas yang disematkan motoris speedboat tidak benar 

"Untuk memastikan itu kami bersama Polda yang dipimpin Pak Wadir Intel turun mengecek kapasitas penumpang di kapal, "kata Iptu Mirna Oramali saat dikonfirmasi di lokasi, Senin (8/9/2025).

Kapolsek juga menyebut, dari hasil pengecekan di atas kapal sesuai manifes tercatat 302 namun yang real di lapangan terdata 210 penumpang yang naik di atas kapal.

"Kalau dilihat masih banyak kursi yang kosong dan sesuai manifes itu tidak sampai melebihi kapasitas penumpang, "jelasnya.

Dengan pengecekan ini, sejauh ini pihaknya belum temukan dalam daftar manifes melebihi kapasitas selama kapal tersebut beroperasi di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate tujuan Sofifi.

Selain pastikan penumpang, pihaknya juga rutin mengecek kapal rute Jailolo dan kapal lainya saat bersandar di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate.

"Kita selalu intens melakukan pengecekan setiap kapal yang akan masuk ke pelabuhan Ahmad Yani Ternate, "tandasnya.

Diketahui sebelumnya, sejumlah motoris speedboat di Pelabuhan Ternate maupun Sofifi melayangkan protes terhadap kehadiran KM Cantika Ekspress 08.

Mereka menilai kapal ini mengambil semua penumpang yang rute Ternate-Sofifi.

Dan itu bagi mereka sangat berdampak terhadap pencaharian mereka selama ini.

Baca juga: Efisiensi, APBD-P Kepulauan Sula 2025 Turun Jadi Rp 979,2 Miliar, Berikut Rinciannya

Tidak hanya itu, para motoris juga melayangkan protes dengan membentangkan spanduk yang bertuliskan"

'Ibu Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara tolong lia torang (kami)'.

'Tolong evaluasi Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku Utara yang abai terhadap suara nahkoda motoris dan kase bale rute KM Cantika ke Ternate-Sofifi di pelabuhan Darko demi torang pe keadilan dan Ekonomi rakyat'. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved