Kamis, 30 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemkab Halmahera Selatan

Wabup Halmahera Selatan Serahkan Bantuan ke Pelaku Usaha dan Kelompok Nelayan Desa Bajo

Wabup Halmahera Selatan, Maluku Utara, Helmi Umar Muchsin,  menyerahkan bantuan ke pelaku usaha dan kelompok nelayan di Desa Bajo

Tayang:
Handover
BANTUAN - Wakil Bupati Halmahera Selatan, Maluku Utara, Helmi Umar Muchsin ketika sambutan dalam acara penyerahan bantuan untuk pelaku usaha dan kelompok nelayan di Desa Bajo, Kcamatan Botang Lomang, Kamis (11/9/2025). 

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Wakil Bupati (Wabup) Halmahera Selatan, Maluku Utara, Helmi Umar Muchsin,  menyerahkan bantuan ke pelaku usaha dan kelompok nelayan di Desa Bajo, Kecamatan Botang Lomang, Kamis (11/9/2025).

Bantuan untuk pelaku usaha berupa 15 unit Kompor Hock 30 sumbu dan 15 unit Dandang. Sementara untuk kelompok nelayan, berupa satu paket perlengkapan bagang terdiri dari tali, labrang, dan jaring.

Adapun penerima bantuan tersebut di antaranya kelompok Serba Usaha Putri Bajo, UMKM Putri Bajo, dan kelompok Bagang Bersahaja.

Baca juga: Bapemperda dan Pemkab Taliabu Bahas RPJMD, Tono Himalaya: Pembagunan Harus Pro Rakyat 

Dalam kesempatan itu, Helmi Umar Muchsin menyampaikan rasa syukur karena di tengah kondisi efisiensi anggaran, pemerintah daerah masih dapat menyalurkan bantuan sosial untuk nelayan dan pelaku usaha. 

“Keinginan pemerintah daerah adalah agar masyarakat mampu memanfaatkan potensi yang ada demi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan per kapita."

"Saat ini konsentrasi kita pada program agromaritim yang akan ditangani secara serius,” sambung polutisi Partai Nasdem tersebut.

Helmi mengatakan, Pemkab Halmahera Selatan intens berkolaborasi dengan peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB). 

Hasil riset mengenai potensi Halmahera Selatan nantinya akan dirumuskan menjadi konsep dasar penyusunan program kerja pemerintah daerah.

Menurutnya, pendekatan berbasis ilmiah sangat penting agar tercipta kolaborasi berkesinambungan antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat. 

Helmi juga menegaskan, keberlanjutan pembangunan hanya bisa tercapai jika memperhatikan tiga aspek utama.

Pertama adalah aspek lingkungan, yakni pengelolaan sumber daya alam tanpa merusak ekosistem. Kedua aspek sosial yang meliputi profesi, peningkatan SDM, dan partisipasi masyarakat dalam kelompok.

Kemudian yang ketiga adalah aspek ekonomi, yaitu pemanfaatan sumber daya untuk meningkatkan kesejahteraan.

Baca juga: Tiga Bulan di Tenda, Nurbaya Daud Korban Banjir Halmahera Selatan: Anak Sakit, Sulit Air Bersih

“Jika ketiga aspek itu berjalan seimbang, maka konsep keberlanjutan bisa terpenuhi,” jelasnya.

Helmi menambahkan, Pemkab Halmahera Selatan, berkomitmen membangun ekosistem berbasis agromaritim yang mencakup sektor pertanian, peternakan, perikanan tangkap, budidaya, hingga pariwisata. 

“Kolaborasi dengan akademisi diharapkan dapat melahirkan program yang terukur, dialokasikan anggarannya, serta diarahkan pada penciptaan peluang pasar dan akses permodalan,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved