Pemkab Halmahera Selatan
Bassam Kasuba Jamin Pemangkasan TKD Rp500 Miliar Tak Ganggu Program Agromaritim Pemkab Halsel
Bupati Halmahera Selatan, Maluku Utara, Bassam Kasuba, menjamin pemangkasan dana Transfer Ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Bupati Halmahera Selatan, Maluku Utara, Bassam Kasuba, menjamin pemangkasan dana TKD pemerintah pusat, tak pengaruhi suksesi program agromartim pada tahun 2026.
- Program agromaritim berfokus pada pengembangan sektor pertanian, perikanan dan konektivitas infrastruktur antarpulau.
- Program tersebut tetap berjalan sesuai rencana, meski jumlah TKD Halmahera Selatan dipangkas sebesar 29 persen atau Rp500 miliar lebih dari asumsi TKD 2025 sebanyak Rp1,7 triliun lebih.
TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Bupati Halmahera Selatan, Maluku Utara, Bassam Kasuba, menjamin pemangkasan dana Transfer Ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat, tak pengaruhi suksesi program agromartim pada tahun 2026.
Adapun program agromaritim ini berfokus pada pengembangan sektor pertanian, perikanan dan konektivitas infrastruktur antarpulau.
Bassam menyatakan, program tersebut tetap berjalan sesuai rencana, meski jumlah TKD Halmahera Selatan dipangkas sebesar 29 persen atau Rp500 miliar lebih dari asumsi TKD 2025 sebanyak Rp1,7 triliun lebih.
Baca juga: Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub Perintahkan OPD Terkait Intens Patroli di Taman Woyogula
"Memang pemangkasan ini berdampak, dan TKD kita tahun depan itu tinggal Rp1,2 triliun dari tahun ini (2025) Rp1,7 triliun karena ada pemangkasan Rp500 miliar lebih."
"Ini membuat kita pemerintah daerah harus putar otak agar pelayanan publik dan suksesi program agromaritim itu tetap berjalan," kata Bassam kepada Tribunternate.com di Kantor Bupati Halmahera Selatan, Senin (27/10/2025).
Ia berharap, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bisa mengoptimalkan postur anggaran pasca pemangkasan TKD.
Bassam juga menyebut program agromaritim yang dicanangkannya pada Pilkada 2024, tetap menjadi prioritas karena telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-20230.
"Jadi agromaritim tetap prioritas utama, dengan pendekatan zonasi. Tahun depan kita fokus Makian-Kayoa, nanti kita lihat komoditas perikanan dan pertanian unggulan di sana apa, lalu kita kembangkan," jelasnya.
Baca juga: Kedaton Kesultanan Ternate Jadi Pusat Deklarasi FKN, Eks Wapres Maruf Amin Gaungkan Persatuan Bangsa
Selain program agromaritim, Ketua DPD PKS Halmahera Selatan itu juga menjamin gaji dan tambahan penghasilan pegawai (TPP) tidak terpengaruh dari kebijakan pemangkasan TKD.
Oleh sebab itu, tidak ada pengurangan gaji dan TPP, serta tidak ada penundaan pembayaran. Bassam juga menyebut gaji dan TPP bagian dari roda perputaran ekonomi yang berdampak pada daya beli masyarakat.
"Semua kita akomodir, baik PPPK tahap I, II dan PPPK paruh waktu. Tapi saya berharap ASN khususnya PNS dan PPPK bekerha lebih optimal supaya program-program dengan keterbatasan anggaran ini tetap kita jalankan," pungkasnya. (*)
| Tinta dan Blanko KTP Habis, Wakil Bupati Halsel Soroti Kinerja Kadis Dukcapil |
|
|---|
| Pemkab Halmahera Selatan dan FKUB Gelar Deklarasi Damai, Berikut 5 Poin yang Disepakati |
|
|---|
| Seleksi Jabatan Sekkab Halmahera Selatan, 2 Nama Saingi Abdillah Kamarullah, Siapa yang Dilantik? |
|
|---|
| Sejumlah Aset Pemkab Halmahera Selatan Dibiarkan Nganggur, Ketua KNPI: Ini Problem Serius |
|
|---|
| Proyek Pelabuhan Semut di Halmahera Selatan Senilai Rp 58 Miliar Ternacam Putus Kontrak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/demo-jalan-pulau-makian.jpg)