Bullying di Taliabu
Keluarga Korban Bullying Minta SMPN 1 Taliabu Barat Lebih Serius Tangani Kasus
Keluarga korban bullying berharap ke depannya para guru lebih peka dan serius, bukan sekadar formalitas menyelesaikan masalah dalam lingkungan sekolah
Penulis: Laode Havidl | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. Paman korban atasnama Andri Permata menilai para guru tidak serius untuk melakukan mediasi
2. Seharusnya guru mengundang kedua orang tua lalu memberikan peringatan kepada pelaku
3. Andri: Apa yang nemimpa ponakan saya merupakan bukti nyata bahwa lingkungan sekolah belum sepenuhnya aman
TRIBUNTERNATE.COM, TALIABU - Ada dugaan kasus Bullying terjadi di SMPN 1 Taliabu Barat, Pulau Taliabu, Maluku Utara belum lama ini.
Di mana seorang siswa inisial A dan siswi A terlibat perkelahian, endingnya wajah korban lebam/memar.
Masalah ini awalnya telah dilerai dan dimediasi oleh guru, namun pihak keluarga korban tak terima.
Perihal ini disampaikan oleh Paman korban atasnama Andri Permata kepada Tribunternate.com, Senin (15/12/2025).
Baca juga: Kronologis Dugaan Bullying di SMPN 1 Taliabu Barat Menurut Muhrida Donsi
Ia menilai, para guru tidak serius dalam melakukan mediasi kasus yang dimaksud.
Yang seharusnya guru mengundang kedua orang tua, lalu memberikan peringatan kepada pelaku.
"Saya sudah temui guru di sekolah dan menyampaikan bahwa ponakan saya ken pukul."
"Apa yang nemimpa ponakan saya merupakan bukti nyata bahwa lingkungan sekolah belum sepenuhnya aman, "kata Andri.
Lebih lanjut, kejadian yang menimpa ponakannya membuat keluarga kecewa.
Sebab pihak sekolah tidak berimbang dalam penanganan, apalagi korban merupakan perempuan.
Setiap laporan kekerasan harus disikapi dengan keseriusan penuh tanpa memandang latar belakang.
"Seharusnya sekolah-sekolah di Desa Bobong (ibu kota kabupaten) harus menjadi contoh untuk sekolah lain (pelosok)."
"Artinya, sistem pendidikan harus lebih bagus, bukan seakan membiarkan adanya Bullying, "tegasnya.
Baca juga: Kronologis Dugaan Bullying di SMPN 1 Taliabu Barat Menurut Muhrida Donsi
Andri pun berharap ke depannya para guru lebih peka dan serius, bukan sekadar formalitas menyelesaikan masalah dalam lingkungan sekolah.
Apalagi soal dugaan Bullying, tak sekedar menganggap kekerasan fisik sebagai kenakalan biasa atau menormalkan, tapi harus dihentikan.
"Kami juga berharap agar kepala sekolah, Dinas Pendidikan, Dinas PPPA dan seluruh pihak terkait segera mengambil langkah-langkah yang kongkret, untuk mencegah terulangnya kejadian serupa dan memastikan keselamatan serta keadilan bagi seluruh siswa lainnya, "pintanya. (*)
| Kasus Bullying Siswi SMAN 7 Pulau Taliabu Masuk Tahap Satu |
|
|---|
| Kronologis Dugaan Bullying di SMPN 1 Taliabu Barat Menurut Muhrida Donsi |
|
|---|
| Pekan Depan, Polisi Gelar Perkara Penetapan Tersangka Kasus Bullying Sesama Siswi SMAN 7 Taliabu |
|
|---|
| Kasus Bullying Sesama Siswi SMA Negeri 7 Taliabu Naik Tahap Penyidikan |
|
|---|
| Update Kasus Bullying Sesama Siswi SMA Negeri 7 Taliabu, Polisi Periksa 7 Saksi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Update-kasus-bullying-di-SMAN-1-Taliabu-Barat.jpg)