Minggu, 26 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Saksi Kata

SAKSI KATA: Melihat Lebih Dekat Kasus HIV/AIDS di Ternate dari Kacamata Petugas Lapangan

Gem mengajak kita akan menyelami realita di balik statistik, di mana ada kisah nyata, tantangan, dan harapan untuk perubahan

TribunTernate.com/Iga Almira Rugaya Assagaf
SAKSI KATA - Narasumber Saksi Kata Tribun Ternate episode 10, Gem, sebagai petugas lapangan yang setiap hari mendampingi mereka yang terkategori ODHIV (Orang Dengan HIV) di Kota Ternate, Maluku Utara. 

Apa ada kasus berkaitan HIV/AIDS yang membekas selama bertugas sebagai petugas lapangan?

NARASUMBER

Ada dari heteroseksual Ibu Rumah Tangga pernah saya dampingi beberapa tahun lalu. Awalnya mereka kaget ketika divonis tertular HIV dan ada juga yang tidak mau menerima pengobatan. Ketika diberi sosialisasi, diedukasi barulah mereka mulai berbicara dan mau menjalani pengobatan.

Tapi ada juga pernah saya temui, mereka mau mengakhiri hidup, karena begitu takut dengan oenyakit ini. Kami bantu dengan edukasi hingga konseling dan Alhamdulillah dia bisa keluar dari lingkaran stigma itu.

HOST

Biasanya para Ibu Rumah Tangga ini terpapar HIV karena perilaku suami yang suka jajan atau ada faktor lain?

NARASUMBER

Yang saya temui di lapangan tidak seperti itu, bisa saja orang ini (IRT) adalah pekerja seks perempuan. Karena inkubasi virus HIV ini antara 2 bulan sampai ada yang 10 tahun. Misalnya dia terdeteksi di usia 40 tahun berarti kalau kita tarik ke belakang, di usia 34 hingga 35 tahun dia tertular. Tidak selalu IRT menjadi korban dari suami, yang saya temukan seperti itu.

Ada yang saya temukan, sebelumnya dia merupakan pekerja seks perempuan dan dia positif. Tapi sekarang Alhamdulillah, suaminya menerima dan mereka hidup berdampingan hingga saat ini.

HOST

Stigma apa yang paling sering dihadapi ADHIV di masyarakat?

NARASUMBER

Kalau saya bicara di Kota Ternate, yang saya lihat ketika mulai bergabung di tahun 2011 hingga sekarang, jumlah kasus dengan jumlah stigma perbandingannya jauh. Kasus sekarang kan 1.500 sekian, yang masih hidup 1.051, yang kami temukan diskriminasi itu memang masih ada tapi sedikit.

Terkadang, si ODHIV ini yang terlalu kaku. Belum berhadapan dengan stigma, ia sudah terlebih dahulu menutup diri. 

Memang ada kasus yang kami temui ketika satu keluarga menolak salah satu anggota keluarga mereka yang terdeteksi HIV. Tetapi setelah kami dengan Dinas Kesehatan dengan KPA Kota Ternate bantu untuk advokasi, sosialisasi, edukasi, Alhamdulillah dapat diterima.

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved