Saksi Kata
SAKSI KATA: Melihat Lebih Dekat Kasus HIV/AIDS di Ternate dari Kacamata Petugas Lapangan
Gem mengajak kita akan menyelami realita di balik statistik, di mana ada kisah nyata, tantangan, dan harapan untuk perubahan
Penulis: Iga Almira Rugaya Assagaf | Editor: Iga Almira Rugaya Assagaf
Sebagai petugas lapangan, melihat kasus HIV/AIDS yang menurut data mengalami peningkatan, tetapi untuk realitanya seperti apa?
NARASUMBER
Sebenarnya data dari Januari sampai Oktober 2025 itu adalah yang terdeteksi. Tetapi kalau bicara HIV/AIDS itu kan seperti fenomena gunung es, ketika satu ditemukan pasti masih ada juga yang belum terdeteksi.
Contoh di bulan November, ada lomba voli kelompok waria. Waria di Kota Ternate itu ada 100 lebih untuk usia produktif. Tetapi ketika kita turun mobile, yang bersedia untuk discreening hanya skitar 50 lebih. Ini artinya ada 50 dari mereka yang tidak terdektesi.
HOST
Apakah melihat pola yang bahwa HIV terdeteksi pada rentang usia produktif?
NARASUMBER
Yang sebenarnya ada yang lebih muda dan usia lanjut. Usia muda ada ditemukan di usia 18 sampai 20 tahun, sedangkan usia lanjut ditemukan juga di usia 55 tahun ke atas. Jadi kalau bicara tentang data, itu artinya yang ditemukan. Sebenarnya masih banyak juga yang belum terdeteksi.
HOST
Faktor terbesar meningkatnya angka HIV/AIDS di Kota Ternate di tahun 2025 ini menurut data adalah LSL (Lelaki Seks Lelaki). Apakah ini memang faktor utama atau tiap tahun kerap mengalami perubahan?
NARASUMBER
Global Fund masuk ke Maluku Utara di tahun 2011 dan menemukan bahwa faktor utama penyebaran HIV/AIDS adalah dari pekerja seks perempuan dan penggunaan narkoba suntik.
Bergeser waktu antara tahun 2013 hingga 2014 ditemukan bahwa banyak kasus dari Ibu Rumah Tangga (IRT) dan lelaki yang suka jajan. Tetapi di tahun 2021 sampai sekarang itu banyak kasus dari LSL. Memang yang ditemukan di lapangan adalah seperti itu.
Kenapa bisa banyak? Karena banyak pekerja seks lelaki yang jajannya dengan sesama pekerja seks lelaki kemudian ke LSL. Tapi perlu dipahami bahwa LSL itu berbeda dengan pekerja seks lelaki. Karena orientasi seksualnya berbeda, LSL hanya menyukai dan seks dengan lelaki, sementara pekerja seksual lelaki bisa dengan lelaki dan perempuan (Bisexual).
HOST
| SAKSI KATA: Direktur PT Betteravel Indonesia Ternate Mengurai Polemik Dugaan Penipuan Umrah |
|
|---|
| SAKSI KATA: Cerita Keluarga Korban Dugaan TPPO Empat Warga Halmahera Selatan di Myanmar |
|
|---|
| SAKSI KATA: Kesaksian Kapolsek Iptu Mirna Oramali Ungkap Penyelundupan Miras Ilegal di Maluku Utara |
|
|---|
| SAKSI KATA: Kesaksian Darmawan Tolong Korban Speedboat Bela 72 yang Terbakar di Pulau Taliabu |
|
|---|
| SAKSI KATA: Cerita dan Harapan Pemilik Kedai Taman Kota Baru Ternate Pascakebakaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/saksikata_gem.jpg)