Pemprov Malut
Buka Tahun 2026, Gubernur Malut Sherly Laos Pacu Program Berbasis Data dan Pelatihan Vokasi
Pemerintah Provinsi Maluku Utara membuka tahun 2026 dengan langkah cepat dan terukur. Fokus diarahkan pada percepatan program strategis berbasis data
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Provinsi Maluku Utara membuka tahun 2026 dengan langkah cepat dan terukur.
- Fokus diarahkan pada percepatan program strategis berbasis data serta penguatan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi utama pembangunan yang lebih tepat sasaran.
- Awal Januari dimanfaatkan untuk mengakselerasi agenda lintas sektor, mulai dari pemutakhiran data kesejahteraan masyarakat hingga penguatan pelatihan vokasi di daerah.
Rilis
TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI- Pemerintah Provinsi Maluku Utara membuka tahun 2026 dengan langkah cepat dan terukur.
Fokus diarahkan pada percepatan program strategis berbasis data serta penguatan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi utama pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, menegaskan bahwa awal Januari dimanfaatkan untuk mengakselerasi agenda lintas sektor, mulai dari pemutakhiran data kesejahteraan masyarakat hingga penguatan pelatihan vokasi di daerah.
Baca juga: Pegawai Pemkab Halmahera Timur Perbaiki Kinerja di 2026, Ubaid Yakub: Utamakan Pelayanan Publik
Salah satu agenda prioritas adalah peluncuran proyek pemutakhiran data kesejahteraan masyarakat bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Program ini akan dimulai dari Desa Tedeng, Kabupaten Halmahera Barat, sebagai proyek percontohan.
“Pemutakhiran data ini penting agar masyarakat benar-benar terpetakan secara akurat pada desil 1 hingga 5. Dengan data yang presisi, bantuan seperti perumahan, PLTS, beasiswa, hingga PKH bisa tepat sasaran,” ujar Sherly kepada awak media usai open house di kediamannya, Gusale Puncak Sofifi, Rabu (1/1/2026).
Menurut Sherly Laos, akurasi data menjadi kunci keadilan distribusi program sosial sekaligus mencegah tumpang tindih penerima bantuan. Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa kelompok paling rentan benar-benar mendapat prioritas sesuai kondisi nyata di lapangan.
Tak hanya soal data, Pemprov Maluku Utara juga menaruh perhatian besar pada sektor ketenagakerjaan. Pemerintah berencana memperkuat kualitas balai dan lembaga pelatihan vokasi, termasuk meresmikan lembaga pelatihan vokasi di Desa Jati. Dukungan alat berat dari mitra industri juga akan diterima untuk menunjang pelatihan berbasis kebutuhan dunia kerja.
“Kita akan meningkatkan kualitas balai pelatihan vokasi di Sofifi, termasuk dukungan alat praktik dari mitra industri seperti United Tractors, agar pelatihan benar-benar menghasilkan tenaga kerja siap pakai,” jelas Sherly.
Baca juga: Pemkab Halmahera Timur Genjot Program PKG di 2026
Langkah ini diharapkan mampu memperkecil kesenjangan keterampilan tenaga kerja lokal sekaligus membuka peluang kerja baru bagi generasi muda Maluku Utara.
Selain agenda strategis tersebut, Pemprov Maluku Utara juga menyiapkan sejumlah kegiatan penting di awal Januari 2026. Di antaranya apel perdana ASN pada 5 Januari, pelaksanaan Natal Nasional secara daring dari Jailolo sebagai salah satu dari sepuluh titik nasional, serta penandatanganan nota kesepahaman dan sosialisasi KUHP baru bersama Kejaksaan Agung.
Sherly menyebut, rencana kunjungan Menteri Ketenagakerjaan pada pertengahan Januari 2026. (*)
| Jaga Kondusivitas, Gubernur Malut Sherly Laos Tekankan Dialog dan Persaudaraan |
|
|---|
| Gempa M 7,6, BPBD Malut: Kerusakan Terdata di Ternate, Tidore hingga Halteng |
|
|---|
| Musrenbang Halut 2027, Muhammad Sarmin: Wadah Satukan Arah Pembangunan Daerah |
|
|---|
| Sriwijaya Air Layani Penerbangan Haji Maluku Utara 2026 |
|
|---|
| Indeks Kebhinekaan Sekolah di Maluku Utata Lampaui Rata-rata Nasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/sherly-laos-pembangunan-jalan-tabalik.jpg)