Pemprov Malut
Pemprov Maluku Utara dan Kementerian PU Normalisasi Sungai Ake Aru Halmahera Utara
Curah hujan tinggi yang mengguyur Halmahera Utara, Maluku Utara beberapa waktu lalu memicu terjadinya sejumlah bencana hidrometeorologi
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. Curah hujan tinggi yang mengguyur Halmahera Utara beberapa waktu lalu memicu terjadinya sejumlah bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah
2. Beberapa sungai dilaporkan meluap, longsor terjadi di sejumlah titik yang mengakibatkan rumah warga terendam banjir
3. Dampak terparah terjadi di Kecamatan Galela Utara tepatnya di Kali Aru perbatasan Desa Bobisingo dan Desa Dodowo
TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Curah hujan tinggi yang mengguyur Halmahera Utara, Maluku Utara beberapa waktu lalu memicu terjadinya sejumlah bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah.
Beberapa sungai dilaporkan meluap, longsor terjadi di sejumlah titik, rumah warga terendam banjir hingga kerusakan pada infrastruktur vital.
Dampak terparah terjadi di Kecamatan Galela Utara, tepatnya di Kali Aru perbatasan Desa Bobisingo dan Desa Dodowo.
Oprik atau jembatan darurat penghubung antar wilayah tersebut putus sepanjang kurang lebih 70 meter akibat diterjang derasnya arus banjir.
Baca juga: Krisis Air Bersih Pascabanji di Desa Tolofuo Halmahera Barat Ditangani dengan 3 Langkah
Pemprov Maluku Utara bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat melakukan normalisasi, dengan mengoperasikan alat berat untuk menangani banjir sungai di Maluku Utara.
Dikonfirmasi dari Kepala BWS Maluku Utara M. Saleh Talib mengatakan, pihaknya berfokus pada keselamatan masyarakat dan keberlanjutan fungsi infrastruktur sumber daya air paska banjir.
"Kementerian PU berkomitmen hadir cepat di lokasi terdampak bencana. Identifikasi dan survei lapangan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan yang tepat, termasuk pengerahan alat berat agar risiko banjir susulan dapat diminimalisir, "ujar Saleh dalam keterangannya, Jumat (16/12/2026).
Menurunkan dua excavator, penanganan difokuskan pada dua lokasi terdampak, yakni Sungai Ake Aru di Kecamatan Galela Utara, Kabupaten Halmahera Utara, serta Sungai Ibu di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat.
Pekerjaan normalisasi berfokus pada pembukaan alur hulu-hilir jembatan sungai Aru serta akses darurat warga dari dan menuju Tobelo.
Di Sungai Ake Aru, Halmahera Utara, sebelumnya tim BWS Maluku Utara melakukan pemetaan lokasi terdampak banjir dan pengecekan kondisi infrastruktur sungai, termasuk jembatan pasca banjir.
Hasil identifikasi, kata Saleh Talib, menunjukkan adanya perubahan alur sungai serta sedimentasi yang berpotensi mengganggu kapasitas tampung sungai sehingga diperlukan langkah penanganan teknis lanjutan.
Sementara itu, di Sungai Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, banjir menyebabkan genangan pada permukiman warga serta kerusakan tebing sungai dan muara anak sungai.
Tim BWS Maluku Utara juga mengidentifikasi titik-titik kritis yang berpotensi memperparah banjir apabila tidak segera ditangani, terutama pada bagian tebing sungai yang mengalami longsoran.
Identifikasi dan survei lapangan dilakukan secara menyeluruh sebagai dasar pengambilan keputusan teknis, ujar Saleh kepada tim Humas.
"Sebelumnya kami telah melakukan identifikasi dan survei langsung di Sungai Ake Aru dan Sungai Ibu untuk memastikan kondisi eksisting sungai pasca banjir."
| Dari Laut untuk Sejahtera: Gubernur Sherly Laos Dorong Revolusi Perikanan Maluku Utara |
|
|---|
| Pemulihan Pascagempa Ternate, Gubernur Malut Pastikan Bantuan dan Program RTLH Tepat Sasaran |
|
|---|
| Potensi Besar, Pemprov Malut Dorong Perikanan dan Budidaya di Halmahera Selatan |
|
|---|
| Pemprov Malut Fokus Pertanian dan Investasi untuk Akselerasi Ekonomi 2027 |
|
|---|
| Pemprov Malut Perkuat Sinergi Wujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Normalisasi-sungai-Ake-Aru-Halmahera-Barat.jpg)