Saksi Kata
SAKSI KATA: Direktur PT Betteravel Indonesia Ternate Mengurai Polemik Dugaan Penipuan Umrah
Ia menjelaskan bahwa dugaan penipuan dan penggelapan dana umrah yang tertuju pada PT Betteravel ini merupakan transaksi yang dilakukan Asnawi Ibrahim
Penulis: Iga Almira Rugaya Assagaf | Editor: Iga Almira Rugaya Assagaf
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Di balik niat suci menunaikan ibadah umrah, muncul persoalan serius yang kini menjadi perhatian publik.
Direktur Travel Umrah PT Betteravel Indonesia Perkasa Ternate, Nurlaili, melaporkan tiga agennya ke kepolisian atas dugaan penipuan dan penggelapan dana calon jamaah.
Namun persoalan ini tidak berhenti di situ. Ketiga agen tersebut justru melapor balik sang direktur, dengan tuduhan pencemaran nama baik, bahkan menyeret dugaan pelanggaran Undang-Undang Penyelenggaraan Ibadah Umrah.
Baca juga: SAKSI KATA: Melihat Lebih Dekat Kasus HIV/AIDS di Ternate dari Kacamata Petugas Lapangan
Laporan hukum yang saling berhadapan ini pun memunculkan banyak tanda tanya. Apa yang sebenarnya terjadi di balik kasus ini?
Di mana letak tanggung jawab perusahaan hingga yang paling penting, bagaimana nasib para calon jamaah yang telah mempercayakan dana dan niat ibadahnya.
Nurlaili, yang juga satu-satunya owner travel umrah di Ternate yang berasal dari Maluku Utara, mengurai polemik ini dalam wawancara pada program SAKSI KATA – Tribun Ternate episode 13.
Ia menjelaskan bahwa dugaan penipuan dan penggelapan dana umrah yang tertuju pada PT Betteravel ini merupakan transaksi yang dilakukan Manajer Operasional, Asnawi Ibrahim, dengan calon jemaah di luar sepengetahuannya selaku direktur.
Nurlali menyebut bahwa Asnawi Ibrahim melancarkan aksi dugaan penipuan dan penggelapan ini dengan menawarkan paket umrah dengan harga tidak wajar (sangat murah), yang kemudian dijual oleh tiga agen PT Betteravel.
"Transaksi yang mereka lakukan ini tanpa sepengetahuan saya, tidak ada persetujuan dari saya. Mulai dari Harga paket yang ditawarkan,"
"Kapan keberangkatan dijadwalkan, tidak ada persetujuan dari saya. Jadi Asnawi langsung ke tiga agen ini," ujar Nurlaili, Rabu (21/1/2026).
Adapun paket murah yang ditawarkan Asnawi Ibrahim ini berkisar di angka Rp 21 juta hingga Rp 25 juta. Sementara harga normal yang ditawarkan perusahaan adalah Rp 33,5 juta.
Diduga tergiur harga murah, para calon Jemaah kemudian membeli paket umrah tersebut, dengan menyetor uang ke tiga agen serta ada juga yang langsung ke Asnawi Ibrahim.
Sementara, Nurlaili menjelaskan bahwa pembayaran paket umrah hanya melalui rekening resmi PT Beteravel Indonesia Perkasa, tidak menerima cash maupun perantara.
"Dari ketiga agen ini terdata ada yang 17 pax, ada yang 12 pax, ada yang 21 pax, dengan harga yang sangat murah dan ini tidak pernah ada di kami,"
"Dan para calon jemaan ini dijadwalkan berangkat pada Desember alias high season, di mana harga hotel di sana bisa naik 2 hingga 3 kali lipat,"
| SAKSI KATA: Melihat Lebih Dekat Kasus HIV/AIDS di Ternate dari Kacamata Petugas Lapangan |
|
|---|
| SAKSI KATA: Cerita Keluarga Korban Dugaan TPPO Empat Warga Halmahera Selatan di Myanmar |
|
|---|
| SAKSI KATA: Kesaksian Kapolsek Iptu Mirna Oramali Ungkap Penyelundupan Miras Ilegal di Maluku Utara |
|
|---|
| SAKSI KATA: Kesaksian Darmawan Tolong Korban Speedboat Bela 72 yang Terbakar di Pulau Taliabu |
|
|---|
| SAKSI KATA: Cerita dan Harapan Pemilik Kedai Taman Kota Baru Ternate Pascakebakaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/nurlaili_saksi-kata_pt-betteravel.jpg)