Sabtu, 9 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Unkhair Ternate

Hari Ketiga Pencarian Dosen di Perairan Halsel, Unkhair Ternate Kerahkan Drone dan DJI Mavic

Memasuki hari ketiga pencarian, Unkhair Ternate terus mengerahkan upaya untuk menemukan, Dr. Wildan, dosen yang hilang akibat kecelakaan

Tayang:
Dok: Unkhair Ternate
PENCARIAN - Memasuki hari ketiga pencarian, Universitas Khairun (Unkhair) Ternate terus mengerahkan upaya untuk menemukan, Dr. Wildan, dosen Unkhair Ternate yang hilang akibat kecelakaan kapal di Perairan Bibinoi, Halmahera Selatan, Minggu (25/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Unkhair Ternate terus mengerahkan upaya untuk menemukan, Dr. Wildan, dosen yang hilang akibat kecelakaan kapal di perairan Halmahera Selatan.

  • Perangkat teknologi ini digunakan untuk membantu memantau area laut berisiko yang tidak memungkinkan dijangkau secara manual, sebagai upaya menelusuri kemungkinan lokasi terakhir korban

  • Di titik awal kejadian, pada kedalaman yang diperkirakan mencapai 80 meter, tim Unkhair Ternate menurunkan drone bawah air serta menerbangkan drone udara DJI Mavic.

TRIBUNTERNATE.COM - Memasuki hari ketiga pencarian, Universitas Khairun (Unkhair) Ternate terus mengerahkan upaya untuk menemukan, Dr. Wildan, dosen yang hilang akibat kecelakaan kapal di perairan Halmahera Selatan.

Di titik awal kejadian, pada kedalaman yang diperkirakan mencapai 80 meter, tim Unkhair Ternate menurunkan drone bawah air serta menerbangkan drone udara DJI Mavic.

Perangkat teknologi ini digunakan untuk membantu memantau area laut berisiko yang tidak memungkinkan dijangkau secara manual, sebagai upaya menelusuri kemungkinan lokasi terakhir korban.

Baca juga: 6 Shio yang Membawa Keberuntungan dan Kemakmuran Besar Hari Ini, Senin 26 Januari 2026

Ketua Tim Unkhair Ternate, M. Ridha Ajam, menjelaskan bahwa drone bawah air dimanfaatkan untuk membaca kondisi dasar laut yang tidak dapat dijangkau melalui penyelaman langsung.

Namun, kondisi alam kembali menjadi tantangan. Gelombang tinggi dan cuaca memburuk memaksa pencarian di bawah permukaan laut dihentikan sementara.

“Kedalamannya cukup ekstrem dan berisiko jika dilakukan penyelaman langsung. Karena gelombang yang tinggi, operasi kami hentikan sementara dan akan dilanjutkan esok hari,” ujar Ridha di sela operasi.

Drone bawah air dirancang untuk menyelam dan merekam kondisi dasar laut melalui kendali jarak jauh. Sementara itu, dari udara, DJI Mavic menyisir permukaan laut dan garis pantai untuk memperluas jangkauan pencarian dari dek kapal.

Sejumlah armada laut dikerahkan, menyusuri lokasi pencarian dari satu sektor ke sektor lain. Kapal pengawas KPLP membawa Ridha Ajam, Wakil Rektor III Unkhair Ternate Abdul Kadir Kamaluddin, serta Muhammad Fauzi Andi Mattra, anak ketiga Dr. Wildan.

Mereka menyusuri kawasan laut Saketa dan sekitarnya. Di sektor lain, perahu karet Basarnas Halmahera Selatan dengan 5 personel menyisir wilayah laut Desa Sayoang.

Sementara armada milik masyarakat yang membawa tim Unkhair Ternate, aparat kepolisian, dan warga bergerak ke arah selatan, menjangkau area Tutupa, Tabapoma, hingga Tomara. Tim ini dipimpin Abdul Khalid, Kabag BPKU Unkhair Ternate.

Dari titik awal kejadian, Zulfikar Galitan mengendalikan DJI Mavic, menerbangkannya secara perlahan untuk memantau kemungkinan tanda-tanda di permukaan laut.

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved