Minggu, 26 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Data BPS

Inflasi Maluku Utara Januari 2026 Capai 4,86 Persen, Tertinggi di Kota Ternate

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara mencatat inflasi Year on Year (y-on-y) pada Januari 2026 sebesar 4,86 persen

Tribunternate.com/Randi Basri
DATA: Statistisi Ahli Madya BPS Maluku Utara Evida Karismawati. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara mencatat inflasi Year on Year (y-on-y) pada Januari 2026 sebesar 4,86 persen, Senin (2/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • BPS Provinsi Maluku Utara mencatat inflasi Year on Year (y-on-y) pada Januari 2026 sebesar 4,86 persen.
  • Inflasi tertinggi terjadi di Kota Ternate dengan angka 5,42 persen, sementara Kabupaten Halmahera Tengah mengalami inflasi sebesar 2,34 persen.
  • Statistisi Ahli Madya BPS Maluku Utara, Evida Karismawati, menjelaskan bahwa inflasi y-on-y tersebut ditunjukkan oleh kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,53 pada Januari 2025 menjadi 111,71 pada Januari 2026.

TRIBUNTERNATE.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara mencatat inflasi Year on Year (y-on-y) pada Januari 2026 sebesar 4,86 persen.

Inflasi tertinggi terjadi di Kota Ternate dengan angka 5,42 persen, sementara Kabupaten Halmahera Tengah mengalami inflasi sebesar 2,34 persen.

Statistisi Ahli Madya BPS Maluku Utara, Evida Karismawati, menjelaskan bahwa inflasi y-on-y tersebut ditunjukkan oleh kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,53 pada Januari 2025 menjadi 111,71 pada Januari 2026.

Baca juga: Pendaftaran Kepsek dan Wakasek Sekolah Garuda 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Jadwal Lengkapnya

“Inflasi y-on-y Provinsi Maluku Utara Januari 2026 tercatat sebesar 4,86 persen dengan IHK 111,71. Kota Ternate mencatat inflasi 5,42 persen dengan IHK 112,21, sedangkan Kabupaten Halmahera Tengah sebesar 2,34 persen dengan IHK 109,43,” ujar Evida dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS) yang disiarkan melalui kanal YouTube BPS Provinsi Maluku Utara, Senin (2/2/2026).

Evida menyebutkan, inflasi y-on-y terjadi akibat kenaikan harga pada sembilan kelompok pengeluaran. Kelompok dengan kenaikan tertinggi adalah perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang naik 12,14 persen.

Disusul perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 9,13 persen, serta makanan, minuman, dan tembakau sebesar 6,05 persen.

Kelompok lain yang turut mengalami kenaikan yakni penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,52 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,14 persen, transportasi 1,35 persen, kesehatan 1,24 persen, pakaian dan alas kaki 0,92 persen, serta perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,18 persen.

Sementara itu, dua kelompok pengeluaran mengalami deflasi, yakni pendidikan sebesar 19,86 persen, serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,16 persen.

Kata Evida, sejumlah komoditas yang menjadi penyumbang utama inflasi y-on-y pada Januari 2026. Di antaranya tarif listrik, emas perhiasan, berbagai jenis ikan laut seperti ikan malalugis, cakalang, tuna, tongkol, selar, kembung, hingga ikan dolosi.

Baca juga: Kemendikdasmen Ajukan TPG Januari 2026 bagi 1,2 Juta Guru ASND

"Beras, bawang merah, bahan bakar rumah tangga, kontrak rumah, minyak goreng, sigaret kretek mesin, serta tarif angkutan laut dan udara turut memberikan andil terhadap inflasi," ungkapnya.

Berdasarkan kontribusi kelompok pengeluaran, inflasi y-on-y terbesar berasal dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan andil 2,21 persen, diikuti makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,07 persen, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,67 persen.

Secara keseluruhan, dua kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Maluku Utara, yakni Kota Ternate dan Kabupaten Halmahera Tengah, sama-sama mengalami inflasi y-on-y pada Januari 2026. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved