Minggu, 26 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Halmahera Selatan

Warga Pulau Makian Halmahera Selatan Berunjuk Rasa Gegara Kesulitan Dapat BBM Bersubsidi

Koordinator aksi, Mursal Hamir, mengungkapkan bahwa BBM bersubsidi di Pulau Makian cepat habis meski dipasok secara rutin ke SPBU tersebut

|
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Munawir Taoeda
Istimewa/Kolase Tribunternate.com
TUNTUTAN: Unjuk rasa di depan SPBU Desa Rabutdaiyo, Kecamatan Pulau Makian, Halmahera Selatan, Senin (2/3/2026). Koordinator aksi, Mursal Hamir, mengungkapkan bahwa BBM bersubsidi di Pulau Makian cepat habis meski dipasok secara rutin ke SPBU tersebut. 
Ringkasan Berita:1. Sejumlah warga berunjuk rasa di SPBU Desa Rabutdaiyo, Kecamatan Pulau Makian, Halmahera Selatan, Selasa (2/3/2026)
2. Amatan Tribunternate.com, unjuk rasa berlangsung sekitar pukul 10:00 hingga pukul 12.30 WIT
3. Warga juga membawa spanduk bertuliskan protes terhadap penyaluran BBBM bersubsidi di Kecamatan Pulau Makian

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Sejumlah warga berunjuk rasa di SPBU Desa Rabutdaiyo, Kecamatan Pulau Makian, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Senin (2/3/2026).

Amatan Tribunternate.com, unjuk rasa berlangsung sekitar pukul 10:00 hingga pukul 12.30 WIT.

Dalam aksi tersebut, warga menggunakan pengeras suara dan berorasi.

Mereka juga membawa spanduk bertuliskan protes terhadap penyaluran BBBM bersubsidi di Kecamatan Pulau Makian.

Baca juga: Mahasiswa Meningkat, Pemda Halmahera Tengah dan UT Ternate Gelar OSMB Perdana di Pulau Gebe

Koordinator aksi, Mursal Hamir, mengungkapkan bahwa BBM bersubsidi di Pulau Makian cepat habis meski dipasok secara rutin ke SPBU tersebut.

Mereka menduga penyaluran BBM bersubsidi tidak tepat sasaran, dan lebih memprioritaskan kalangan tertentu.

Termasuk pengusaha dan konsumen lain yang notabanenya bukan warga Kecamatan Pulau Makian.

"Imbas dari hal ini, warga di Pulau Makian kesulitan dapat BBM. Padahal BBM bersubsidi ini penyalurannya telah diatur oleh pemerintah," ujarnya dalam keterangannya usai demonstrasi.

Ia menjelskan bahwa pengelolaan BBM bersubsidi harus mengacu Perpres Nomor 43 Tahun 2018 tentang perubahan atas Perpres Nomor 191 Tahun 2014 yang mengatur penyediaan, pendistribusian, dan harga jual eceran.

Regulasi tersebut mengamanatkan penyaluran tepat sasaran dengan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

"BBM subsidi bukan dijadikan ladang bisnis pribadi yang hanya menguntungkan pengusaha tertentu."

"Penyalurannya harus mengutamakan warga karena disubsidi oleh pemerintah, "imbuh Mursal Hamir.

Baca juga: Jadwal Buka Puasa Maluku Utara Senin 2 Maret 2026 Lengkap

Ia khwatir praktik penyaluran BBM bersubsidi di Pulau Makian yang tidak mengacu regulasi, akan menimbulkan krisis BBM di kemudian hari.

Karena itu ia juga mendesak Polsek Pulau Makian menelusuri dugaan penyelewengan dan praktik mafia BBM bersubsidi.

"Ini adalah bulan Ramadan, warga tentunya sangat membutuhkan BBM untuk operasional dapur rumah dan kegiatan lainnya. Jadi kami minta polisi segera turun tangan, "tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved