Pemprov Malut
Inflasi Maluku Utara Naik, Sherly Laos Minta Penambahan Beras dan Minyakita
Salah satu langkah yang perlu segera dilakukan adalah menambah stok komoditas bersubsidi seperti beras dan minyak goreng, serta memastikan distribusi
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Sherly Laos menanggapi lonjakan inflasi berdasarkan data BPS dengan meminta penambahan stok beras dan Minyakita serta distribusi merata.
- Kenaikan harga dipicu keterbatasan pasokan dari Badan Urusan Logistik serta lonjakan harga komoditas pangan seperti ikan akibat cuaca dan gelombang tinggi.
- Untuk solusi jangka panjang, Pemprov Maluku Utara mendorong masuknya investasi swasta di sektor peternakan ayam dan telur guna mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI — Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, menanggapi kenaikan inflasi yang cukup signifikan berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS).
Menurutnya, salah satu langkah yang perlu segera dilakukan adalah menambah stok komoditas bersubsidi seperti beras dan minyak goreng, serta memastikan distribusinya merata di 10 kabupaten/kota.
“Kita harus menambah stok beras dan Minyakita serta memastikan penyebarannya merata. Saat ini harga Minyakita di pasar sudah Rp19.000 hingga Rp20.000 per liter, padahal harga eceran tertinggi (HET) seharusnya Rp15.700,” ujarnya.
Baca juga: Bupati Taliabu Sashabila Mus Pastikan Hasil Musrenbang RKPD 2027 Berdampak Nyata bagi Warga
Ia menjelaskan, kenaikan harga tersebut dipicu keterbatasan stok dari Bulog. Karena itu, ia meminta agar pasokan segera ditambah untuk menekan harga di pasaran.
“Bulog harus memperbanyak stok supaya harga bisa kembali terkontrol,” tegas Gubernur Sherly, Rabu (4/3/2026) di Sofifi.
Selain minyak goreng, inflasi juga dipengaruhi kenaikan harga komoditas pangan lainnya, terutama ikan yang terdampak kondisi cuaca dan gelombang tinggi.
“Sektor lain tidak terlalu signifikan. Yang paling besar kemarin dari kelompok pangan, ditambah harga ikan naik karena faktor ombak,” jelasnya.
Ia mengakui bahwa aktivitas dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Maluku Utara turut memberi pengaruh terhadap pergerakan harga di pasar, terutama karena pengumpulan stok bahan pangan dalam jumlah besar.
“Ya, itu juga berpengaruh. Harga ayam dari Jawa juga sudah mengalami inflasi,” katanya.
Menanggapi pertanyaan terkait solusi jangka panjang, Sherly menyebut pemerintah daerah tengah mendorong masuknya investasi swasta di sektor peternakan ayam dan telur guna mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Baca juga: 5 Zodiak dengan Ramalan Bintang Terbaik Rabu 4 Maret 2026, Panen Hasil Terbaik
“Kita sebenarnya punya potensi ayam dan telur di sini. Saat ini sedang dalam proses penjajakan investasi swasta untuk masuk ke Maluku Utara,” ungkapnya.
Namun, ia mengakui ada calon investor besar yang sebelumnya telah menyatakan komitmen, tetapi kemudian mengalihkan investasinya ke Pulau Jawa.
“Kami sedang mencari investor baru. Saat ini mereka masih dalam tahap survei ulang,” tandasnya. (*)
| Dorong ASN Melek AI, Pemprov Malut Gelar Pelatihan Transformasi Digital, Perkuat Layanan Publik |
|
|---|
| Pemprov Maluku Utara Rapat Pengembangan RSJ Sofifi dan Skema BPJS Kesehatan |
|
|---|
| Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Tekankan Disiplin Kinerja dan Targetkan Penguatan Fiskal Daerah |
|
|---|
| APBD Malut 2026 Diperketat, Samsuddin A Kadir: Program Kurang Prioritas Dipangkas |
|
|---|
| Rakor DLH Malut 2026: Evaluasi TPA hingga Penguatan Bank Sampah dan Data Digital |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/sherly-laos-kantor-disnakertrans-1.jpg)