Pemprov Malut
21 Penumpang KM Nazila 05 Ditemukan Selamat, Gubernur Malut Sherly Laos Imbau Waspada Cuaca
Sebanyak 21 penumpang KM Nazila 05 yang sebelumnya dilaporkan mengalami kecelakaan di perairan Taliabu–Bitung ditemukan selamat
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 21 penumpang KM Nazila 05 yang sebelumnya dilaporkan mengalami kecelakaan di perairan Taliabu–Bitung ditemukan selamat setelah operasi pencarian oleh tim SAR gabungan.
- Jumlah tersebut merupakan hasil verifikasi manifes terbaru.
- Operasi pencarian dipimpin Kantor SAR Palu dengan dukungan SAR Gorontalo. Tim bergerak cepat menyisir wilayah perairan terbuka hingga seluruh penumpang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
RILIS
TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI - Seluruh penumpang KM Nazila 05 yang sebelumnya dilaporkan mengalami kecelakaan (30/3/2026), ditemukan selamat setelah proses pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.
Informasi awal menyebutkan jumlah penumpang sebanyak 27 orang, namun setelah verifikasi, manifes yang benar berjumlah 21 orang, sementara 6 lainnya tidak jadi ikut berlayar.
Operasi pencarian dipimpin oleh Kantor SAR Palu sebagai SAR Mission Coordinator (SMC), dengan dukungan armada dari Kantor SAR Gorontalo. Kedua unsur ini bergerak cepat menyisir lokasi kejadian yang berada di wilayah perairan terbuka.
Baca juga: Temuan BPK Rp1,9 Miliar Pemkab Halsel Belum Tuntas, Muslim Hi Rakib: Target April 2026
Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, menyampaikan rasa syukur sekaligus empati atas peristiwa yang sempat menegangkan tersebut.
“Ini kabar yang sangat melegakan. Kita bisa merasakan betapa beratnya situasi yang dialami para penumpang dan keluarga mereka. Keselamatan seluruh korban adalah hal yang paling utama,” ujar Sherly.
Ia juga mengapresiasi tim SAR yang terlibat.
“Terima kasih kepada Basarnas, khususnya Kantor SAR Palu dan Kantor SAR Gorontalo, atas respons cepat dan kerja terkoordinasi yang sangat menentukan dalam penyelamatan ini," tuturnya.
Sherly Laos turut mengingatkan pentingnya kewaspadaan seluruh pihak terhadap kondisi cuaca sebelum aktivitas pelayaran dilakukan.
“Kita perlu lebih berhati-hati. Saya mengimbau masyarakat, operator kapal, dan otoritas terkait untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar, demi keselamatan bersama," tandasnya.
Imbauan ini sejalan dengan peringatan dini cuaca dari pemerintah daerah yang menyebutkan adanya potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Maluku Utara dalam periode akhir Maret hingga awal April 2026. (*)
| Kolaborasi Maluku Utara dan Korea Selatan: Dorong Industri Berkelanjutan |
|
|---|
| SKM Online Dorong Layanan Publik Malut Meningkat, Capaian Tembus 127 Persen |
|
|---|
| Gelombang Tinggi 15–18 April 2026, Gubernur Malut Ingatkan Risiko Kecelakaan Laut |
|
|---|
| Pengawasan Hutan di Maluku Utara Masih Dikendalikan Pusat |
|
|---|
| 80 Persen Izin Pinjam Pakai Hutan di Malut untuk Tambang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Sherly-laos-km-nazila.jpg)