Konflik di Halmahera Tengah
Konflik di Halmahera Tengah, Gubernur Malut Sherly Laos Utus Sarbin Sehe Temui Warga dan Buka Dialog
Gubernur Maluku Utara Sherly Laos mengajak masyarakat tetap tenang dan menjaga persaudaraan di tengah situasi di Patani, Halmahera Tengah
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
Menurutnya, kehadiran Wakil Gubernur dan Wakapolda di lokasi merupakan langkah penting untuk menjaga stabilitas sekaligus memastikan bahwa penanganan situasi berjalan secara tenang, terukur, dan berimbang.
“Kehadiran pemerintah dan aparat di lapangan adalah untuk menenangkan, melindungi, dan memastikan situasi tidak berkembang lebih jauh,” tambahnya.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, khususnya di media sosial, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum terverifikasi.
Baca juga: Gempa M 7,6, BPBD Malut: Kerusakan Terdata di Ternate, Tidore hingga Halteng
“Kita semua memiliki peran untuk menjaga kedamaian. Mari saling menenangkan dan tidak memperkeruh keadaan,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa masyarakat Maluku Utara memiliki nilai persaudaraan yang kuat sebagai fondasi kehidupan bersama.
“Perbedaan tidak boleh memisahkan kita. Justru dalam situasi seperti ini, kita diuji untuk saling menjaga dan menguatkan,” tandasnya. (*)
| Mahasiswa Gelar Aksi di Kantor DPRD Malut, Desak Usut Kasus Kematian di Halteng |
|
|---|
| Warga Patani Barat Halmahera Tengah Gelar Unjuk Rasa, Tuntut Keadilan atas Tewasnya Kakek Ali Daud |
|
|---|
| Gubernur Malut Dorong Pemulihan dan Jamin Akses Pendidikan Warga Sibenpopo-Banemo Halmahera Tengah |
|
|---|
| Tangis Haru Warnai Perdamaian Warga Sibenpopo dan Banemo di Halmahera Tengah |
|
|---|
| Warga Serahkan Sajam ke Polisi, Bentrok Antar Kampung di Halteng Berakhir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/sherly-laos-imbauan-pascagempa.jpg)