Sabtu, 9 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Konflik di Halmahera Tengah

Konflik di Halmahera Tengah, Gubernur Malut Sherly Laos Utus Sarbin Sehe Temui Warga dan Buka Dialog

Gubernur Maluku Utara Sherly Laos mengajak masyarakat tetap tenang dan menjaga persaudaraan di tengah situasi di Patani, Halmahera Tengah

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
Istimewa
IMBAUAN - Gubernur Maluku Utara Sherly Laos mengajak masyarakat tetap tenang dan menjaga persaudaraan di tengah situasi di Patani, Halmahera Tengah. Wakil Gubernur bersama Wakapolda Maluku Utara turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi, menjaga keamanan, dan membuka ruang komunikasi, Jumat (3/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  1. Gubernur Maluku Utara Sherly Laos mengajak masyarakat tetap tenang dan menjaga persaudaraan di tengah situasi di Patani, Halmahera Tengah.
  2. Wakil Gubernur bersama Wakapolda Maluku Utara turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi, menjaga keamanan, dan membuka ruang komunikasi.
  3. Pemerintah menekankan penyelesaian melalui dialog, penegakan hukum yang adil, serta mengimbau masyarakat tidak terprovokasi informasi yang belum terverifikasi.

TRIBUNTERNATE.COM,SOFIF I— Gubernur Maluku Utara Sherly Laos mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan menjaga persaudaraan.

Pesan itu disampaikan Sherly Laos merespon bentrok warga dari dua desa berbeda di Kecamatan Patani, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, Jumat (3/4/2026).

Bentrok horizontal itu dilaporkan mengakibatkan satu orang meninggal. 

Sejumlah rumah warga hangus terbakar akibat amukan massa yang tersulut emosi. 

Konflik tersebut bermula ditemukan mayat seorang warga Desa Banemo di kawasan hutan. 

Korban diduga dibunuh. Hal ini menimbulkan kecurigaan warga desa tetangga yakni Desa Sibenpopo.

Aksi saling serang warga dari dua desa bertetangga pun terjadi.

Beberapa warga yang terlibat bentrok membawa parang dan tombak.

Dalam insiden itu, massa yang tersulut emosi membakar beberapa fasilitas umum, termasuk pos polisi setempat.

Merespon kejadian tersebut, Pemerintah Provinsi Malut diwakili Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe bersama Wakapolda Maluku Utara Brigjen pol Stephen M. Napiun turun langsung ke lokasi kejadian.

Kehadiran mereka untuk memantau kondisi, memastikan keamanan masyarakat, serta membuka ruang komunikasi dengan berbagai pihak.

Sherly Laos menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi hadir sebagai bagian dari upaya bersama untuk menjaga keseimbangan dan kedamaian dengan mendengarkan semua pihak.

"Serta mendorong penyelesaian melalui pendekatan dialogis serta penegakan hukum yang adil," tegas Sherly Laos

Baca juga: Persiapan Haji 2026, PPIHD Malut Koordinasi Lintas Instansi di Embarkasi Makassar

Sherly Laos menekankan bahwa setiap persoalan pada dasarnya dapat diselesaikan melalui komunikasi yang terbuka dan saling menghormati.

Ia juga mendorong keterlibatan tokoh masyarakat, tokoh agama, serta unsur pemerintah daerah dalam membangun kembali kepercayaan antarwarga.

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved