Konflik di Halmahera Tengah
Cegah Konflik Meluas, Pemda dan TNI - Polri Gelar Pertemuan di Perbatasan Haltim - Halteng
Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub bersama Kapolres B. Kusuma Ardiansyah memediasi pertemuan tokoh masyarakat di wilayah perbatasan Haltim-Halteng
Penulis: Randi Basri | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub bersama Kapolres B. Kusuma Ardiansyah memediasi pertemuan tokoh masyarakat di wilayah perbatasan Haltim-Halteng.
- Pertemuan ini bertujuan meredam potensi konflik pascakejadian di Patani Barat serta memperkuat komunikasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat.
- Tokoh masyarakat Desa Sowoli berkomitmen menjaga keamanan dan tidak terprovokasi, guna mencegah meluasnya konflik di wilayah perbatasan.
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Untuk menjaga stabilitas keamanan pasca kejadian di wilayah Kecamatan Patani Barat, pemerintah daerah bersama TNI-Polri melaksanakan pertemuan dengan tokoh masyarakat Kecamatan Maba Selatan, Halmahera Timur.
Pertemuan itu dilangsungkan di wilayah perbatasan Kabupaten Halmahera Timur dan Halmahera Tengah.
Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub, Kapolres Halmahera Timur AKBP B. Kusuma Ardiansyah, serta Danbrigif 28/Barifola Kolonel Infanteri Rinto Wijaya, bersama sejumlah pejabat lainnya turut memediasikan pertemuan tersebut.
Baca juga: Pascakonflik Halteng: Pemulihan Dimulai, TNI/Polri-Pemda Kedepankan Pendekatan Humanis
Pertemuan ini sebagai langkah preventif guna meredam potensi konflik serta memperkuat komunikasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan yang memiliki kedekatan sosial dengan masyarakat Kecamatan Patani Barat.
Ubaid Yakub menyampaikan keprihatinan atas kejadian yang terjadi di Patani Barat, Halmahera Tengah.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga persaudaraan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memperkeruh situasi.
“Pemerintah daerah bersama TNI-Polri berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Bupati dalam keterangan diterima TribunTernate.com, Sabtu (4/4/2026).
Dia juga berharap seluruh masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar.
Terpisah, Kapolres Halmahera Timur menegaskan bahwa pihak kepolisian, baik dari Polres Halmahera Tengah maupun Polda Maluku Utara, telah mengambil langkah-langkah penanganan secara komprehensif, baik preventif maupun represif sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Ia mengimbau masyarakat agar menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum, serta mempercayakan sepenuhnya penanganan situasi kepada pihak Kepolisian.
Di kesempatan yang sama, Danbrigif 28/Barifola menegaskan komitmen TNI bersama Polri untuk terus bersinergi dalam menjaga keamanan wilayah, khususnya di daerah perbatasan.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas dan tidak terpengaruh oleh provokasi yang dapat memicu konflik lanjutan.
Desa Sowoli merupakan wilayah perbatasan antara Kabupaten Halmahera Timur dan Kabupaten Halmahera Tengah, di mana masyarakatnya memiliki hubungan kekerabatan dengan warga Kecamatan Patani Barat.
Kondisi ini dinilai memerlukan perhatian khusus guna mencegah meluasnya dampak konflik.
Dari hasil pertemuan tersebut, para tokoh masyarakat Desa Sowoli menyatakan komitmen bersama untuk tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap aman dan kondusif, khususnya di wilayah perbatasan.
Baca juga: Konflik di Halmahera Tengah, Gubernur Malut Sherly Laos Utus Sarbin Sehe Temui Warga dan Buka Dialog
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/konflik-di-halteng-9.jpg)