Pemprov Malut
Sherly Laos Koordinasi dengan BNPB, Pemulihan Bencana Malut Dipercepat
Gubernur Maluku Utara Sherly Laos memastikan percepatan penanganan pascabencana 2 April 2026 melalui koordinasi intensif dengan BNPB
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Gubernur Maluku Utara Sherly Laos memastikan percepatan penanganan pascabencana 2 April 2026 melalui koordinasi intensif dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
- Pemerintah daerah bersama BPBD telah melakukan pendataan dan kini fokus pada pemulihan serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
- Pemprov Malut mencatat ratusan rumah warga mengalami kerusakan akibat bencana 2 April, termasuk fasilitas umum seperti sekolah dan rumah ibadah.
Rilis
TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI— Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, memastikan penanganan bencana yang terjadi pada 2 April 2026 terus dipercepat melalui koordinasi intensif dengan pemerintah pusat.
Ia mengungkapkan, pada 7 April 2026 dirinya telah berkoordinasi langsung dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, guna membahas langkah-langkah strategis penanganan dampak bencana di Maluku Utara.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi bersama BPBD telah bergerak cepat melakukan pendataan di lapangan. Hasil identifikasi sementara menunjukkan adanya ratusan rumah warga yang mengalami kerusakan, serta kerusakan pada sejumlah fasilitas umum, termasuk satu sekolah, 14 rumah ibadah, dan fasilitas publik lainnya.
Baca juga: Pemkab Halmahera Timur Mulai Terapkan WFH Setiap Jumat, Ricky: Tidak Berlaku Bagi Eselon II dan III
Sherly menegaskan bahwa penanganan tidak berhenti pada tahap pendataan. Pemerintah kini fokus pada percepatan perbaikan dan pemulihan, dengan prioritas utama pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
“Kami memastikan langkah selanjutnya adalah percepatan pemulihan yang tepat sasaran, sehingga masyarakat dapat segera bangkit dari kondisi ini,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala BNPB atas dukungan dan komitmen dalam membantu penanganan bencana di daerah.
Baca juga: Dorong Hilirisasi dan Modernisasi, Pemprov Malut Perkuat Peran Pertanian sebagai Penggerak Ekonomi
Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, menjadi kunci utama agar proses pemulihan dapat berjalan cepat dan efektif.
“Kita mungkin sedang diuji, tetapi kita tidak sendiri. Dari kebersamaan kita pulih, dari kepedulian kita bangkit lebih kuat dari sebelumnya,” ungkapnya.
Pemerintah berharap upaya kolaboratif ini mampu mempercepat pemulihan kondisi masyarakat sekaligus meminimalkan dampak lanjutan dari bencana yang terjadi. (*)
| Dorong Hilirisasi dan Modernisasi, Pemprov Malut Perkuat Peran Pertanian sebagai Penggerak Ekonomi |
|
|---|
| Update Nasib Saifuddin Juba dan Yudhitia Wahab, Sekprov Maluku Utara: Tunggu Keputusan BKN |
|
|---|
| Musrenbang Haltim 2027, Bappeda Maluku Utara Tegaskan Pembangunan Harus Berakar dari Aspirasi Rakyat |
|
|---|
| Bocah 3 Tahun di Haltim Tak Bisa Bicara, Sherly Laos Gercep Instruksikan Perawatan Anak Stunting |
|
|---|
| DP3A Maluku Utara Dorong Penguatan Perlindungan Perempuan dan Anak, Kasus Kekerasan Mulai Menurun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/sherly-laos-anggaran.jpg)