Konflik di Halmahera Tengah
Gubernur Malut Dorong Pemulihan dan Jamin Akses Pendidikan Warga Sibenpopo-Banemo Halmahera Tengah
Gubernur Maluku Utara mengunjungi Desa Sibenpopo untuk melihat langsung kondisi warga pasca insiden. Pemprov menawarkan beasiswa bagi 1.000 anak
Ringkasan Berita:
- Gubernur Maluku Utara mengunjungi Desa Sibenpopo untuk melihat langsung kondisi warga pasca insiden.
- Pemprov menawarkan beasiswa bagi 1.000 anak guna menjamin keberlanjutan pendidikan warga terdampak.
- Pengamanan wilayah diperkuat melalui sinergi TNI-Polri untuk menjaga situasi tetap kondusif.
TRIBUNTERNATE.COM — Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, mengunjungi Desa Sibenpopo, Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, pada Rabu (8/4/2026).
Kunjungan itu guna melihat langsung kondisi masyarakat pasca insiden yang terjadi di wilayah tersebut.
Dalam kunjungan tersebut, Sherly Laos berdialog dengan warga untuk menyerap aspirasi sekaligus memastikan penanganan dampak berjalan dengan baik, terutama bagi masyarakat yang mengalami kerugian.
Baca juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 7 Kurikulum Merdeka Halaman 171: Soal Uraian Bab 7
Salah satu warga mengungkapkan bahwa dokumen penting milik anaknya untuk keperluan kuliah hangus terbakar, yang turut memengaruhi kondisi ekonomi keluarga.
Menanggapi hal itu, Sherly Laos menyampaikan komitmen pemerintah provinsi membantu masyarakat, khususnya dalam sektor pendidikan.
Ia menawarkan program beasiswa bagi 1.000 anak di Maluku Utara agar kejadian tersebut tidak menghambat masa depan generasi muda.
“Pemerintah hadir untuk memastikan anak-anak tetap bisa melanjutkan pendidikan, meski dalam kondisi sulit,” ujarnya.
Selain itu, ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Maluku Utara akan terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah dalam upaya pemulihan pasca kejadian, baik dari sisi sosial maupun ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, pengamanan wilayah turut diperkuat melalui kerja sama antara TNI dan Polri. Komandan Korem 152/Babullah, Enoh Solehudin, menyatakan kesiapan pihaknya membantu kepolisian dalam menjaga situasi tetap kondusif, termasuk dengan rencana pembentukan Posramil di titik-titik strategis yang berdekatan dengan Sub Polsek.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, serta mempercayakan penanganan kasus kepada aparat berwenang.
Kronologi Kejadian
Bentrok antarwarga tersebut terjadi di perbatasan Desa Banemo dan Sibenpopo, Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, Jumat (3/4/2026).
Bentrok antarwarga ini bermula ditemukan jasad seorang kakek bernama Ali Abas (65) pada Kamis (2/4/2026).
Korban adalah warga Desa Banemo. Jasad korban ditemukan di kebun yang masuk wilayah Desa Sibenpopo.
Keluarga korban curiga Ali Abas meninggal dibunuh. Alasannya, terlihat luka diduga akibat benda tajam di tubuh korban.
Beberapa jam kemudian, kedua kelompok saling menyerang menggunakan senjata tajam seperti parang, tombak hingga senapan angin.
| Tangis Haru Warnai Perdamaian Warga Sibenpopo dan Banemo di Halmahera Tengah |
|
|---|
| Warga Serahkan Sajam ke Polisi, Bentrok Antar Kampung di Halteng Berakhir |
|
|---|
| Polda Malut Kirim Tim Trauma Healing ke Halteng, Bantu Pemulihan Anak-anak |
|
|---|
| Bentrok di Halmahera Tengah, 250 Polisi dan TNI Jaga Perbatasan Desa Banemo dan Sibenpopo |
|
|---|
| Cegah Konflik Meluas, Pemda dan TNI - Polri Gelar Pertemuan di Perbatasan Haltim - Halteng |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/sherly-laos-ke-patani-barat.jpg)