Unkhair Ternate
Anak Pengrajin Cincin Raih IPK 3,98, Adib Masraf Lulusan Terbaik Unkhair Ternate
Adib Masraf Ilham mencatat prestasi sebagai lulusan terbaik Teknik Mesin Universitas Khairun (Unkhair) Ternate dengan IPK 3,98
Ringkasan Berita:
- Adib Masraf Ilham mencatat prestasi sebagai lulusan terbaik Teknik Mesin Universitas Khairun (Unkhair) Ternate dengan IPK 3,98 dan masa studi 3,5 tahun.
- Berasal dari keluarga sederhana, ia aktif dalam berbagai kegiatan akademik dan nasional.
- Dengan dukungan beasiswa KIP-K, Adib kini menargetkan melanjutkan studi ke Jerman.
TRIBUNTERNATE.COM – Di tengah ratusan wisudawan dalam rapat terbuka senat di Aula Nuku, Kampus I Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Sabtu (11/4/2026), nama Adib Masraf Ilham mencuat sebagai lulusan terbaik Program Studi Teknik Mesin.
Ia meraih indeks prestasi kumulatif hampir sempurna, 3,98, dengan masa studi hanya tiga tahun enam bulan.
Di balik capaian tersebut, Adib berasal dari keluarga sederhana di sudut Kota Ternate. Ia tumbuh di sebuah lapak kecil di belakang Pasar Buah, dekat terminal yang selalu ramai oleh aktivitas masyarakat.
Baca juga: Peringatan HJT ke-918, Pemda dan Kesultanan Tidore Tegaskan Sinergi
Ayahnya, Ilham Idris, bekerja sebagai pengrajin sekaligus pembersih cincin perak. Dari pekerjaan itulah Adib belajar arti ketekunan dan kerja keras sejak dini.
Selama menempuh pendidikan di Universitas Khairun Ternate, Adib dikenal disiplin dalam mengatur waktu. Ia terbiasa bangun selepas subuh untuk belajar, memanfaatkan suasana tenang untuk menyerap materi.
Rutinitas sebagai mahasiswa teknik yang padat, mulai dari praktikum hingga penyusunan laporan, dijalaninya tanpa banyak keluhan.
Kerja keras tersebut membuahkan hasil. Ia meraih berbagai prestasi, seperti juara desain poster tingkat nasional, penghargaan desain orisinal, hingga masuk jajaran mahasiswa berprestasi tingkat universitas.
Tak hanya itu, Adib juga aktif dalam forum nasional penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), terlibat dalam tim riset, serta menjalani magang di industri tambang dan kawasan industri di Halmahera.
Selama kuliah, ia mengandalkan beasiswa KIP-K sebagai penopang pendidikan. Baginya, pendidikan adalah jalan untuk keluar dari keterbatasan.
Kini, Adib menatap masa depan lebih luas. Ia tengah mempersiapkan diri untuk melanjutkan studi ke Jerman dengan mempelajari TOEFL dan menyiapkan berbagai dokumen pendukung.
Skripsi yang ia angkat pun memiliki nilai praktis, yakni perancangan garbarata untuk pelabuhan speedboat guna meningkatkan keselamatan penumpang, terutama kelompok rentan.
Baca juga: Peluncuran SALUMA, Langkah Baru Kebangkitan Musik dan Budaya Tidore
Bagi Adib, keberhasilan ini merupakan hasil dari disiplin dan ketekunan yang dijaga setiap hari.
Ia pun berpesan agar tidak takut menghadapi revisi, mampu mengatur waktu, serta selalu melibatkan Tuhan dalam setiap langkah.
Dari lapak kecil di sudut Kota Ternate, Adib membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. (*)
| Raker Unkhair Ternate 2027, Anggaran Rp118 Miliar Difokuskan ke IKU dan Riset |
|
|---|
| Unkhair Ternate Gelar Sosialisasi IKU 2026, Abdullah W Jabid Tekankan Kinerja Berbasis Data |
|
|---|
| Sabtu Ini, Unkhair Ternate Wisuda 676 Lulusan dan Kukuhkan Dua Guru Besar |
|
|---|
| BAN PT Asesmen Lapangan Prodi Agroteknologi Unkhair Ternate, Target Akreditasi Unggul |
|
|---|
| Unkhair Ternate Target 50 Persen Lolos Pendanaan P2MW 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/lulusan-terbaik-unkhair-ternate.jpg)