Senin, 27 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemprov Malut

Daftar 15 SMK di Maluku Utara Diusulkan Menjadi BLUD, Ini Tujuannya

Sekretaris Daerah Maluku Utara, H. Samsuddin Abdul Kadir, mendorong percepatan pembentukan BLUD di SMK guna meningkatkan fleksibilitas

Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
TribunTernate.com/Sansul Sardi
PROGRAM - Didampingi Kadikbud Abubakar Abdullah, Sekprov Malut Samsuddin A Kadir, saat memberikan arahan, Senin (27/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  1. Sekda Maluku Utara, Samsuddin Abdul Kadir, mendorong percepatan pembentukan BLUD di SMK guna meningkatkan fleksibilitas pengelolaan keuangan dan kualitas layanan pendidikan.
  2. 15 SMK telah diusulkan menjadi BLUD berdasarkan potensi aset dan pengembangan Teaching Factory, sebagai upaya memperkuat pendidikan vokasi dan daya saing lulusan.
  3. Pemprov Maluku Utara menilai BLUD sebagai langkah strategis menciptakan sekolah yang mandiri, inovatif, serta mampu menjawab kebutuhan dunia industri.

TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI – Sekretaris Provinsi (Sekprov) Maluku Utara, Samsuddin Abdul Kadir, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penilaian Pembentukan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Rakor yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tersebut sejalan dengan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2018 tentang Badan Layanan Umum Daerah, Senin (27/4/2026).

Dalam arahannya, Samsuddin menyatakan bahwa pembentukan BLUD merupakan langkah strategis untuk memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik.

Baca juga: 12 Ramalan Zodiak Selasa 28 April 2026: Pisces Move On, Aquarius Sibuk, Aries Evaluasi

Menurutnya, pendidikan vokasi di SMK merupakan instrumen penting dalam mencetak tenaga kerja terampil yang siap bersaing di dunia industri.

“Oleh karena itu, implementasi BLUD di SMK menjadi prioritas untuk meningkatkan fleksibilitas pengelolaan keuangan sekolah sekaligus memperkuat kualitas layanan pendidikan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah, menegaskan bahwa BLUD SMK memiliki fungsi strategis dalam pengembangan pendidikan vokasi.

Ia menjelaskan bahwa pembentukan BLUD dapat meningkatkan fleksibilitas pengelolaan keuangan sekolah, mengoptimalkan pemanfaatan aset dan unit produksi, mendorong kewirausahaan sekolah, serta meningkatkan kualitas lulusan agar lebih siap kerja dan berdaya saing.

Abubakar mencontohkan, salah satu SMK di Jawa Tengah memiliki nilai valuasi hingga Rp20 miliar. Hal ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi SMK di Maluku Utara untuk meningkatkan daya saing.

Berdasarkan hasil rapat, tujuan pembentukan BLUD adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memajukan kesejahteraan umum, serta mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dari total SMK di Maluku Utara, baru 15 sekolah yang diusulkan menjadi BLUD, yaitu SMKN 1 Ternate, SMKN 2 Ternate, SMKN 3 Ternate, SMKN 4 Ternate, SMKN 5 Ternate, SMKN 1 Tidore, SMKN 2 Tidore, SMKN 3 Tidore, SMKN 4 Tidore, SMKN 5 Tidore, SMKN 6 Tidore, SMKN 1 Halmahera Timur, SMKN 2 Halmahera Utara, dan SMKN 2 Halmahera Tengah.

Baca juga: Protes Jalan Rusak, Warga Tutuling Jaya Haltim Pilih Tanam Pohon Pisang

Pengusulan tersebut didasarkan pada potensi aset yang dimiliki masing-masing sekolah. Pembentukan BLUD juga dinilai penting bagi SMK yang telah mengembangkan Teaching Factory (TeFa) maupun yang telah menerima bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat.

Menutup arahannya, Samsuddin mengajak seluruh pihak untuk bersinergi dan berkomitmen dalam mempercepat pembentukan BLUD SMK.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai tonggak penting dalam sejarah pendidikan vokasi di Maluku Utara, demi terciptanya generasi muda yang unggul dan berdaya saing,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved