Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Gegara Pembelot, Adik Kim Jong Un Ancam Kerahkan Militer untuk Tindakan Balasan ke Korea Selatan

Korea Utara mengancam tindakan pembalasan terhadap Korea Selatan yang dapat melibatkan militer.

Editor: Sansul Sardi
AFP/POOL/JORGE SILVA
Kim Yo Jong, adik perempuan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un menghadiri sebuah acara di Ho Chi Minh Mausoleum, Hanoi, 2 Maret 2019. 

TRIBUNTERNATE.COM - Hubungan antar Negara Korea Selatan dengan Korea Selatan kian memanas.

Hal ini terjadi lantaran adanya aksi para pembelot di Korea Selatan yang mengundang reaksi tak senang di Negara asal Kim Jong Un ini.

Terbaru, Korea Utara mengancam tindakan pembalasan terhadap Korea Selatan yang dapat melibatkan militer.

Ancaman Korea Utara ini datang setelah para pembelot dari Korea Utara yang tinggal di Korea Selatan mengirim kembali propaganda ke Korea Utara

Kim Yo Jong, adik perempuan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengeluarkan peringatan itu dalam sebuah pernyataan yang dimuat di kantor berita KCNA pada Sabtu (13/6).

"Dengan menggunakan kekuatan saya yang disahkan oleh Pemimpin Tertinggi, partai kami dan negara bagian.

Kim Jong Un Akan Putuskan Hubungan dengan Donald Trump, Korea Utara Nilai Tak Ada Manfaatnya

Adik Kim Jong Un, Kim Yo Jong Ancam Hapus Perjanjian Militer Antar Korea Utara dengan Korea Selatan

Saya memberikan instruksi kepada ... departemen yang bertanggung jawab atas urusan dengan musuh untuk secara tegas melakukan tindakan selanjutnya," kata Kim Yo Jong yang dikutip Reuters.

Pernyataannya itu muncul beberapa hari setelah Korea Selatan mengambil tindakan hukum terhadap para pembelot.

Pembelot tersebut yang telah mengirim materi seperti beras dan selebaran anti-Utara, biasanya dengan balon melewati perbatasan yang dijaga ketat atau dalam botol oleh laut.

Korea Utara mengatakan telah membuat marah para pembelot dan dalam sepekan terakhir setelah memutuskan hotline antar-Korea dan mengancam akan menutup kantor penghubung antara kedua pemerintah.

Sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan hubungan dengan Korea Utara, pemerintahan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in berusaha untuk mencegah kampanye selebaran dan beras.

Serta para pembelot mengeluhkan tekanan untuk menghindari kritik terhadap Korea Utara.

Secara terpisah, Kementerian Unifikasi Korea Selatan merilis pernyataan meminta Korea Utara untuk menghormati perjanjian antar-Korea yang dicapai di masa lalu.

"Korea Selatan dan Korea Utara harus berusaha menghormati semua perjanjian antar-Korea yang dicapai," tulis kementerian Unifikasi Korea selatan dalam sebuah pernyataan.

Kembali Muncul, Kim Jong Un Gelar Rapat Militer untuk Perkuat Program Nuklir, Demi Cegah Perang?

Jika Adik Kim Jong Un Sampai Tampil di TV, Legenda NBA Dennis Rodman: Berarti Ada Masalah

"Pemerintah menanggapi situasi saat ini dengan serius," imbuh pernyataan tersebut.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved