Kim Jong Un Didenda Bayar Rp 505,2 Juta ke Mantan Tawanan Perang Korsel
Mantan tawanan perang di Korsel dipaksa untuk bekerja di tambang batu bara dan fasilitas lainnya selama beberapa dekade di Korut.
Namun Korut menyatakan tidak ada lagi mantan tentara Korsel yang ditahan di wilayah mereka.
Organisasi kelompok masyarakat sipil menyebutkan terdapat 80 tawanan perang dari Korsel yang melarikan diri dari Korut.
Pengacara yang mewakili dua korban tersebut menyambut baik keputusan hakim.
Dia mengatakan Korsel untuk kali pertama menggunakan yurisdiksinya menghukum Kim Jong Un. (Kompas.com/Danur Lambang Pristiandaru)
Kim Jong Un Muncul dan Langsung Marahi Pejabatnya
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, memarahi kinerja pejabat dalam penanggulangan wabah corona.
Dia akhirnya tampil di depan publik setelah hampir sebulan tidak muncul.
• Gegara Pembelot, Adik Kim Jong Un Ancam Kerahkan Militer untuk Tindakan Balasan ke Korea Selatan
• Kim Jong Un Akan Putuskan Hubungan dengan Donald Trump, Korea Utara Nilai Tak Ada Manfaatnya
Kim mengingatkan para pejabatnya tersebut agar tidak cepat berpuas diri setelah 6 bulan lamanya berjuang menangani penyebaran virus corona.
Hal itu dia sampaikan saat rapat bersama politbiro Komite Sentral Partai Pekerja Korea Utara.
"Pemimpin tertinggi mengkritik tajam para pejabat yang kurang perhatian dan melazimkan sifat yang kurang baik," tulis sebuah laporan sebagaimana dilansir dari The Japan Times, Jumat (3/6/2020).
Dia mengatakan penanganan virus corona yang gegabah akan menyebabkan krisis parah dan tidak dapat diperbaiki ke depannya.
Dalam pidatonya, pada Kamis (2/7/2020), tersebut Kim tidak menyebutkan ketegangan terbaru dengan Korea Selatan.
Pasalnya, pada pertengahan Juni, Korea Utara melakukan provokasi dengan meledakkan kantor penghubung antar-Korea.
Peledakan itu disebut-sebut sebagai tindakan provokasi terbesar Korea Utara atas Korea Selatan belakangan ini.
Kim sendiri absen dari hadapan publik sejak 8 Juni dan dispekulasikan mengalami masalah kesehatan.