Breaking News:

Seikat Rambut Abraham Lincoln yang Diambil Setelah Dirinya Dibunuh Terjual Lebih dari USD 81 Ribu

Seikat rambut Presiden Abraham Lincoln dan telegram berlumuran darahnya terjual lebih dari USD 81.000 di lelang.

kolase foto Tribunjogja.com
Abraham Lincoln 

TRIBUNTERNATE.COM - Seikat rambut Presiden Abraham Lincoln dan telegram berlumuran darahnya kembali menarik publik.

Sebab kedua benda tersebut dikabarkan terjual lebih dari USD 81.000 di lelang.

Barang-barang bersejarah itu dijual dalam lelang yang berakhir Sabtu (12/9/2020) lalu, menurut RR Auction yang berbasis di Boston seperti dilansir CNN.

Pembeli telah memilih untuk tidak disebutkan namanya, kata juru bicara rumah lelang tersebut.

Donald Trump Ancam Berikan Balasan 1.000 Kali Lipat Lebih Dasyat jika Iran Serang Negaranya

Majalah Charlie Hebdo Kembali Cetak Kartun Nabi Muhammad, Ludes Terjual Sehari

tribunnews
Presiden Abraham Lincoln (wikipedia)

2 inci rambut yang diikat itu dipotong selama pemeriksaan postmortem sehari setelah dia dibunuh di Teater Ford di Washington, DC oleh John Wilkes Booth pada tanggal 14 April 1865.

Rambut itu diberikan kepada Dr Lyman Beecher Todd, sepupu ibu negara Mary Todd Lincoln, menurut rumah lelang.

Karena tidak memiliki apa-apa untuk membungkus rambutnya, Todd merogoh sakunya dan menggunakan telegram Departemen Perang yang dikirim segera setelah presiden ditembak.

"Dia membungkus rambut terikat itu dengan berlumuran darah dan cairan otak di telegram ini dan dengan tergesa-gesa menulis di atasnya dengan pensil: 'Rambut A. Lincoln,'" tulis putra Todd dalam keterangannya.

Putra Todd, James A Todd, menguraikan detail rambut dan telegram tersebut dalam surat tertanggal 12 Februari 1945.

"Ikat rambut Abraham Lincoln dipotong dari kepalanya dan diberikan kepada ayah saya selama pelaksanaan postmortem dan tetap menjadi hak asuh keluarga kami sejak saat itu," tulis putra Todd dalam surat 1945.

Halaman
1234
Editor: Sri Handayani1
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved