Breaking News:

Akun Twitter Donald Trump Resmi Ditutup secara Permanen, Ini Alasannya

Twitter mengungkapkan akun Donald Trump ditutup secara permanen karena dinilai memicu kekerasan lebih lanut.

Twitter
Akun twitter Donald Trump. 

TRIBUNTERNATE.COM - Twitter Inc. Amerika Serikat mengumumkan pada tanggal 8 Januari waktu Amerika Serikat atau 9 Januari 2021 WIB bahwa mereka telah secara permanen menangguhkan akun twitter milik Donald Trump.

Alasan mengapa akun Twitter Trump ditutup permanen adalah karena "risiko memicu kekerasan lebih lanjut".

Dikutip Tribunnews dari NBC News, akun Trump yang memiliki 88 juta pengikut awalnya diblokir selama 12 jam pada Rabu (6/1/2021).

Akun twitter Donald Trump
Akun twitter Donald Trump (twitter)

Saat itu, Trump dinilai telah melakukan "pelanggaran berat terhadap kebijakan Integritas Sipil kami", setelah ia menggunakan platform tersebut untuk mencuitkan kecaman terhadap Wakil Presiden, Mike Pence, ketika pendukungnya menyerbu Capitol.

"Setelah meninjau secara cermat cuitan baru-baru ini dari akun @realDonaldTrump dan konteks di sekitarnya, kami secara permanen menangguhkan akun tersebut karena risiko hasutan lebih lanjut untuk melakukan kekerasan," jelas Twitter dalam cuitannya.

Baca juga: Ricuh Unjuk Rasa Massa Pendukung Donald Trump di Gedung Capitol AS, Empat Orang Dilaporkan Tewas

Baca juga: Bendera Merah Putih di Demo Capitol Hill AS Jadi Sorotan, Bukan Punya Indonesia, Milik Siapa?

Dalam sebuah unggahan blog, Twitter merinci alasan dibalik keputusan tersebut.

"Setelah peristiwa mengerikan minggu ini, kami menjelaskan pada Rabu, pelanggaran tambahan terhadap Peraturan Twitter berpotensi mengakibatkan tindakan yang sama," kata Twitter.

"(Tujuan) kepentingan publik kami ada untuk memungkinkan publik mendengar dari pejabat terpilih dan pemimpin dunia secara langsung."

"Itu dibangun di atas prinsip bahwa rakyat memiliki hak untuk meminta pertanggungjawaban di tempat terbuka," beber Twitter.

"Namun, kami telah menjelaskan selama bertahun-tahun, akun-akun ini tidak berada di atas aturan kami dan tidak dapat menggunakan Twitter untuk menghasut kekerasan," lanjut unggahan itu.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved