Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Epidemiolog Griffith University Jelaskan Pentingnya Pencarian Asal-muasal Virus Corona

Terkait investigasi WHO itu, Dicky Budiman menjelaskan alasan di balik pentingnya pencarian sumber awal virus corona SARS-CoV-2.

Hector RETAMAL / AFP
Anggota tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyelidiki asal-usul virus corona Covid-19, mengenakan alat pelindung terlihat selama kunjungan mereka ke Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Hewan Hubei di Wuhan, Provinsi Hubei tengah, China pada 2 Februari 2021 . 

"Nah untuk kita bisa mengendalikan pandemi, belajar dari satu pandemi (yaitu) mencegah artinya kan, merespons secara cepat termasuk antisipasi ya," jelas Dicky.

Dicky menekankan, tim investigasi WHO ini sebenarnya bukan mencari lokasi namun jenis hewan yang menyebabkan virus ini muncul.

"Pandemi memang bukan asal usul dalam arti tempat sebenarnya, yang harus dicari tahu yaitu lebih tepatnya adalah melihat jenis hewan, hewan mana yang menjadi asal muasal dari SARS-CoV-2 ini," kata Dicky.

Baca juga: Minta Joko Widodo Beri Jaminan pada Din Syamsuddin, Novel Bamukmin: Jangan Seperti Mao Zedong

Baca juga: Foto Masker Khusus Tunarungu Viral di Media Sosial, Ini Penjelasan dari Pengunggahnya

Baca juga: Soroti Isu Radikal, Febri Diansyah: Pernah Serang Novel Baswedan, Menutupi Kasus yang Lebih Penting

Anggota tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyelidiki asal-usul virus corona Covid-19, mengenakan alat pelindung terlihat selama kunjungan mereka ke Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Hewan Hubei di Wuhan, Provinsi Hubei tengah China pada 2 Februari 2021 .
Anggota tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyelidiki asal-usul virus corona Covid-19, mengenakan alat pelindung terlihat selama kunjungan mereka ke Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Hewan Hubei di Wuhan, Provinsi Hubei tengah China pada 2 Februari 2021 . (Hector RETAMAL / AFP)

Selanjutnya, hal yang dilakukan adalah mencari hewan apa saja yang memungkinkan menjadi inang atau berperan sebagai perantara untuk menularkan virus ini ke manusia.

"Kemudian hewan mana saja yang bisa menjadi perantara lainnya ya atau yang terinfeksi lainnya, yang artinya bisa berpotensi menjadi host atau inang lainnya," papar Dicky.

Upaya penelusuran ini, kata dia, dilakukan untuk menyempurnakan penyelidikan secara menyeluruh terhadap seluruh hewan yang terindikasi menjadi inang.

Hal itu karena jika masih ada hewan yang bisa menjadi inang selain manusia, maka langkah eradikasi Covid-19 pun akan sulit dilakukan.

"Karena kita tidak akan bisa melakukan eradikasi atau menghapus Covid-19 ini kalau ternyata ada inang lain di luar manusia, dalam hal ini hewan," tutur Dicky.

Lebih lanjut Dicky menyebut bahwa dalam kelompok hewan pun masih banyak yang bisa menjadi inang virus ini.

Sehingga investigasi ini diperlukan untuk memilah hewan mana saja yang memungkinkan terlibat dalam penyebaran virus.

Karena menurutnya, tidak mungkin untuk memusnahkan seluruh hewan.

Lambang World Health Organization (WHO). Australia berencana memberikan dana bantuan Rp61 miliar kepada WHO untuk membantu Indonesia menangani Covid-19
Lambang World Health Organization (WHO). WHO Perluas Investigasi, Epidemiolog: Ini Zoonotic Virus, Bukan Cari Asal Tempat, Tapi Jenis Hewan

"Dan ternyata di hewan pun banyak yang bisa menjadi inang dari SARS-CoV-2 ini. Kan tidak mungkin memusnahkan hewan semua," jelas Dicky.

Oleh karena itu, ke depannya, ia menilai pengelolaan kesehatan hewan harus menjadi perhatian khusus agar pandemi ini tidak kembali terulang di masa mendatang.

"Artinya kita harus mengelola kesehatan hewan ini, sehingga tidak berpotensi menularkan kembali ke manusia," pungkas Dicky.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ini Alasan Pentingnya Mencari Asal Virus Corona
Penulis: Rina Ayu Panca Rini

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul WHO Perluas Investigasi, Epidemiolog: Ini Zoonotic Virus, Bukan Cari Asal Tempat, Tapi Jenis Hewan
Penulis: Fitri Wulandari

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved