Nyamar Jadi Dokter untuk Menyelinap di Bangsal Covid, Polisi Ini Menangis Lihat Ayahnya Meninggal
Seorang polisi yang menyamar sebagai dokter untuk menyelinap ke bangsal karantina Covid-19 menangis saat melihat ayahnya meninggal.
"Pasien (ayah Jampier) dirawat pada 9 Februari 2021 karena virus corona dan diabetes lanjut," terang perwakilan tersebut.

Pihaknya juga mengatakan, ayah Jampier dimasukkan ke dalam bangsal karantina Covid karena pihak rumah sakit masih menunggu ketersediaan kamar di ruang ICU.
Selain ayah Jampier, terdapat 12 pasien lainnya yang masih menunggu ketersediaan kamar di ruang ICU.
Namun, ayah Jampier dalam kondisi serius sebelum berhasil dipindahkan ke ruang ICU.
Ayah Jampier dinyatakan meninggal setelah alat bantu pernapasannya dilepas.
Selain itu, Kepala Rumah Sakit juga tengah melakukan penyelidikan untuk mengetahui apakah ada kaki tangan yang membantu membantu Jampier masuk ke bangsal karantina tempat ayahnya itu dirawat.
Baca juga: WHO Sebut Vaksin Saat Ini Kemungkinan Tak Efektif untuk Varian Baru Virus Corona dari Afrika Selatan
Baca juga: Epidemiolog Griffith University Jelaskan Pentingnya Pencarian Asal-muasal Virus Corona
Keterangan Polisi
Sementara itu, Kepala Kepolisian, Roger Arista mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus ini.
Dirinya juga mengatakan, ia mengerti keadaan Jampier yang putus asa karena ingin melihat keadaan ayahnya.
"Saya mengerti ayah Jampier telah meninggal, dan Jampier melakukan itu karena putus asa ingin melihat bagaimana keadaannya, dia memasuki rumah sakit dengan menyamar sebagai dokter," ujar Arista.
Arista juga mengatakan, pihaknya akan menyelidiki lebih lanjut apakah Jampier sedang bertugas saat ia melakukan pelanggaran itu.
"Kami akan menyelidiki untuk mengetahui apakah dia sedang bertugas atau tidak," lanjut Arista.
Video selengkapnya:
(TribunTernate.com/Qonitah)