Breaking News:

Ramadhan 2021

Bagaimana Hukumnya Membayar Utang Puasa Ramadhan Setelah Nisfu Syaban, Haram atau Halal?

Membayar utang puasa Ramadhan hukumnya wajib, namun bagaimana jika membayarnya setelah memasuki Nisfu Syakban, apakah haram atau halal?

Pexels/Naim Benjelloun
Ilustrasi bulan Ramadhan. Bagaimana hukumnya membayar utang puasa Ramadhan setelah memasuki Nisfu Syaban? 

TRIBUNTERNATE.COM - Bagaimana hukumnya membayar utang puasa Ramadhan setelah Nisfu Syaban?

Bulan Syaban merupakan satu bulan dalam kalender Islam yang berada di antara bulan Rajab dan bulan Ramadhan.

Datangnya bulan Syakban juga menjadi pertanda bahwa tak lebih dari sebulan, bulan Ramadhan akan tiba.

Sementara, Nisfu Syakban merupakan pertengahan bulan Syakban yang juga dikenal sebagai Laylatul Bara'ah atau Laylatun Nisfe min Sha'ban.

Jika Nisfu Syakban telah datang, bulan Ramadhan pun semakin dekat.

Lantas, bagaimana dengan mereka yang masih memiliki utang puasa Ramadhan?

Apakah jika masih memiliki utang puasa Ramadhan, orang masih boleh membayar utang puasa Ramadhan setelah Nisfu Syakban?

Baca juga: Doa dan Sederet Persiapan Jelang Bulan Ramadan 2020, Perbanyak Puasa di Bulan Syaban

Baca juga: Resep Menu Sahur Ramadhan 2021: Telur Goreng Bersaus dan Semur Telur Isi, Mudah Dibuat di Rumah

Membayar utang puasa Ramadhan atau qadha sendiri hukumnya adalah wajib.

Menyegerakan untuk meng-qadha puasa Ramadhan setelah bulan Ramadhan sangat dianjurkan.

Namun, jika Anda masih belum menyelesaikan utang puasa Ramadhan hingga Nisfu Syakban tiba, apakah masih boleh meng-qadha puasa?

Ilustrasi puasa.
Ilustrasi puasa. (bbcgoodfood.com)

Baca juga: Apakah Orang yang Sudah Meninggal Dunia Wajib Membayar Utang Puasa Ramadhan? Ini Penjelasannya

Baca juga: Apa yang Harus Dilakukan Saat Kita Lupa Jumlah Utang Puasa Ramadhan? Ini Jawaban Ahli

Halaman
1234
Penulis: Ronna Qurrata Ayun
Editor: Rohmana Kurniandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved