Breaking News:

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Tegaskan Tidak Ada Kebijakan Impor Beras di Masa Panen Raya

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Dany Amrul Ichdan tegaskan tidak ada impor beras di masa panen raya.

TRIBUNNEWS.COM/IRWAN RISMAWAN
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) tegaskan tidak ada kebijakan impor beras di masa panen raya. Dalam foto: Pekerja menata karung berisi beras di Gudang Bulog Kanwil DKI dan Banten, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (18/3/2021). Perum Bulog memprioritaskan pengadaan beras dari produksi dalam negeri dengan target 500.000 ton dalam tiga bulan ke depan. 

TRIBUNTERNATE.COM - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Dany Amrul Ichdan tegaskan tidak ada impor beras di masa panen raya.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dany melalui Talkshow Satu Meja The Forum "Di Balik Rencana Impor Beras" pada Rabu (24/3/2021) malam.

Dalam diskusi tersebut, pembawa acara Satu Meja The Forum Budiman Tanuredjo, menanyakan perihal apa yang terjadi di balik silang sengketa soal impor beras kepada Dany.

Menjawab pertanyaan tersebut, pertama-tama Dany menyebutkan soal visi Presiden dalam hal ketahanan pangan nasional.

Dany menjelaskan, dalam kerangka ekosistem ketahanan pangan nasional ada faktor produksi, distribusi, dan konsumsi.

Dany Amrul Ichdan, staf ahli utama Kantor Staf Presiden tegaskan tidak ada impor beras di masa panen raya.
Dany Amrul Ichdan, staf ahli utama Kantor Staf Presiden tegaskan tidak ada impor beras di masa panen raya. (Tangkap layar kanal YouTube Kompas TV)

Ketiga faktor dalam ekosistem ketahanan pangan nasional itu, menurut Dany haruslah berjalan seimbang.

Lantas, untuk menjaga ekosistem ketahanan pangan nasional diperlukan adanya pola perencanaan.

Wacana impor beras yang diungkapkan oleh Pemerintah RI merupakan bagian dari pola perencanaan tersebut.

"Dalam ekosistem ketahanan pangan nasional itu kita juga melihat bahwa ada suatu pola perencanaan yang saat ini hendak ditempuh oleh pemerintah. Dalam hal ini adalah Kementerian Perdagangan. Karena melihat adanya keterbatasan stok," jelas Dany.

Namun, kebijakan tersebut tidak akan direalisasikan jika data dan stok beras di lapangan sudah terpenuhi.

Baca juga: Soal Rencana Impor Beras 1 Juta Ton, Fadli Zon: Artinya Pak Jokowi Tak Mampu Penuhi Pangan Rakyat

Baca juga: Polemik Kebijakan Impor Beras, Mendag Muhammad Lutfi: Kalau Memang Saya Salah, Saya Siap Berhenti

Baca juga: Rencana Impor Beras 1 Juta Ton Tuai Kritikan dari Faisal Basri, Rizal Ramli, hingga Febri Diansyah

Halaman
123
Penulis: Ronna Qurrata Ayun
Editor: Rizki A
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved