Terkini Internasional
Kepala Gereja Inggris: Tidak Ada Royal Wedding Rahasia Meghan Markle dan Pangeran Harry
Klaim pernikahan rahasia yang disebut Meghan Markle dibantah langsung oleh Uskup Agung Canterbury (Archbishop of Canterbury), Justin Welby.
TRIBUNTERNATE.COM - Beberapa waktu lalu, Pangeran Harry dan Meghan Markle memberikan pengakuan mengenai beberapa aspek kehidupan pribadi mereka di hadapan presenter Oprah Winfrey.
Dalam wawancara dengan Oprah Winfrey pada awal Maret 2021 lalu, Meghan Markle mengklaim adanya pernikahan rahasia antara dirinya dengan Pangeran Harry tiga hari sebelum upacara resmi nan mewah di Kastil Windsor pada 19 Mei 2018.
Menurut pengakuan Meghan Markle, pernikahan rahasia itu digelar di hadapan Uskup Agung.
"Kau tahu, tiga hari sebelum upacara pernikahan kami, kami sudah menikah - tidak ada orang yang mengetahuinya," kata Meghan Markle.
"Hanya ada kami berdua di halaman belakang dengan Uskup Agung Canterbury," lanjutnya.
Namun, klaim pernikahan rahasia ini dibantah langsung oleh Uskup Agung Canterbury (Archbishop of Canterbury), Justin Welby.

Baca juga: Wawancara Oprah Winfrey - Pangeran Harry dan Meghan Markle, Kerajaan Inggris Gelar Pertemuan Krisis
Baca juga: Bahas Soal Putri Diana dengan Oprah Winfrey, Pangeran Harry Takut Sejarah akan Kembali Terulang
Baca juga: Merasa Sangat Terluka, Pangeran Charles Tetap Berharap Bisa Memperbaiki Hubungan dengan Harry
Baca juga: Penulis Biografi Putri Diana Tanggapi Interview Harry dan Meghan Markle: Diana Pasti Menyukai Ini
Dikutip TribunTernate.com dari laman Channel News Asia, Justin Welby menyebut bahwa pernikahan yang sah digelar pada hari Sabtu, 19 Mei 2018 itu saja.
"Pernikahan yang sah digelar pada hari Sabtu itu," kata Justin Welby, sebagaimana dikutip oleh Die Welt.
Ia menambahkan, dirinya sendirilah yang menandatangani akta pernikahan Duke dan Duchess of Sussex.
"Saya melakukan tindakan kejahatan jika saya menandatangani sesuatu yang tidak sebenarnya," tegas Justin.
Justin Welby mengatakan, sebelumnya dirinya menggelar "serangkaian pertemuan pribadi dan pastoral" dengan Pangeran Harry dan Meghan Markle.
Namun, ia menolak untuk menjelaskan secara detail.
"Jika kamu berbicara dengan seorang pendeta, kamu bisa memperkirakan bahwa percakapan itu tetap bersifat pribadi," kata Justin.
Media Inggris sebelumnya telah menerbitkan salinan akta pernikahan yang menunjukkan pernikahan resmi Meghan Markle dan Pangeran Harry digelar di Kastil Windsor.
Sementara, pihak berwenang yang membuat akta itu mengatakan, Meghan Markle kemungkinan bingung atau salah informasi, dan berpikir ia dan Pangeran Harry mungkin mengucapkan ikrar pernikahan sederhana di hadapan Uskup Agung.
Dibantah Kantor Catatan Sipil
Sebelumnya, Kantor Catatan Sipil Inggris menyingkap bukti akta pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle untuk pertama kalinya.
Diwartakan Kompas.com, tercatat bahwa mereka menikah pada 19 Mei 2018 dalam upacara mewah di Kastil Windsor.
Pejabat yang membuat lisensi perkawinan tersebut menilai Meghan “bingung” dan “salah informasi” atas tata cara pernikahan Inggris.
Stephen Borton, mantan kepala juru tulis di Kantor Keuskupan Agung Canterbury, yang membuat izin pernikahan, mengatakan kepada The Sun: “Mereka tidak menikah tiga hari sebelumnya di depan Uskup Agung Canterbury.”
“Lisensi khusus yang saya bantu buat memungkinkan mereka untuk menikah di Kapel St. George di Windsor. Apa yang terjadi di sana pada 19 Mei 2018 dan dilihat oleh jutaan orang di seluruh dunia adalah pernikahan resmi yang diakui oleh Gereja Inggris dan hukum,” terangnya.
Stephen Borton curiga yang dimaksud pasangan itu adalah saling bertukar beberapa ikrar sederhana, yang mungkin mereka tulis sendiri.
Lalu mengatakan itu di depan Uskup Agung, atau, dan lebih mungkin, itu hanyalah gladi bersih sederhana.
Dalam wawancara eksklusifnya dengan Oprah Winfrey, Meghan Markle mengatakan, “Kau tahu, tiga hari sebelum pernikahan kami, kami menikah. Tidak ada yang tahu itu.”
Dia mengatakan meminta Uskup Agung untuk menikahkan mereka secara pribadi di Nottingham Cottage, di rumah mereka di halaman Istana Kensington.
Baca juga: Aksi Terduga Teroris ZA Serang Mabes Polri termasuk Lone Wolf: Apa Itu Lone Wolf dan Kenali Tipenya
Baca juga: Analisis Ahli Terkait Aksi Teror di Mabes Polri, Nekat atau Aksi Terencana untuk Bunuh Diri?
Baca juga: Sebar Hoaks tentang Penjarahan di Rumah Warga Pengungsi Ledakan Pertamina, 2 YouTuber Ditangkap
Klaim itu sekarang telah dibantah oleh pernyataan Stephen Borton, yang menerangkan bahwa mereka tidak bisa menikah di tanah Nottingham Cottage karena itu bukan tempat resmi.
Ia menambahkan, jumlah saksi yang ada tidak cukup untuk menjadikannya sebagai upacara pernikahan yang sah.
"Supaya pernikahan bisa diresmikan, lisensi khusus (surat nikah) harus dibuat dan perlu perintah dari Yang Mulia Ratu untuk mengizinkan pernikahan di tempat resmi (tempat ibadah atau catatan sipil), semua harus tercatat," terang Borton.
Menurutnya, biaya 325 poundsterling yang biasanya dibayarkan untuk pasangan memiliki lisensi khusus pernikahan, dibebaskan untuk pasangan tersebut.
Sertifikat pernikahan mengonfirmasi upacara berlangsung di Kastil Windsor dengan saksi tercatat adalah Pangeran Charles dan ibu Meghan, Doria Ragland.
Seorang juru bicara Uskup Agung Inggris mengatakan, dia tidak akan mengomentari masalah pribadi atau pastoral.
Namun, Pastor Mark Edwards, dari Newcastle mengatakan, “Ketika saya menelepon Istana Lambeth untuk menanyakan hal ini, saya diberitahu Justin (Uskup Agung Canterbury) tidak melakukan pernikahan pribadi. Meghan tidak mengerti."
"Tetapi fakta bahwa Uskup Agung tidak berkomentar di depan umum perlu ditangani," katanya, sebagaimana dilansir Daily Mail pada Senin (22/3/2021).
Pastor Mark Edwards adalah pemimpin keagamaan setempat yang memutuskan untuk menyelidiki klaim Meghan Markle.
Keputusan itu dilakukan karena selama wabah Covid-19, dia dibanjiri dengan permintaan pernikahan pribadi yang terpaksa dia tolak.
Dia mengatakan klaim tersebut telah menyebabkan kebingungan di antara pemimpin keagamaan dan pasangan yang ingin menikah.
Mereka meminta Uskup Agung Canterbury Justin Welby untuk mengklarifikasi situasinya.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Klaim “Pernikahan Dini” Meghan dan Harry Dibantah, Ini Buktinya"
SUMBER: Reuters via Channel News Asia
(TribunTernate.com/Rizki A.) (Kompas.com/Bernadette Aderi Puspaningrum)