Hobi Blusukan, Henry Indraguna Dapat Gelar Keraton Kasunanan hingga Marga Batak Karo
Gelar pertama diraih Henry Indraguna pada 2010 dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, yaitu gelar Kanjeng Raden Tumenggung (KRT).
TRIBUNTERNATE.COM - Seorang pria bernama Henry Indraguna memiliki 'hobi' blusukan ke berbagai daerah di penjuru Indonesia.
Alhasil, Henry Indraguna mendapat gelar atau pangkat dari sejumlah kerajaan di Nusantara.
Di daerah-daerah yang ia kunjungi, Henry Indraguna kerap membantu masyarakat di bidang hukum.
Tak hanya itu, Henry juga gemar bersosialisasi, sampai-sampai ia mendapat perhatian khusus dari pimpinan daerah setempat.
Kini, Henry Indraguna telah mendapat lebih dari satu gelar atau pangkat.
Gelar pertama diraih Henry Indraguna pada 2010 dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, yaitu gelar Kanjeng Raden Tumenggung (KRT).
Baca juga: Alissa Wahid Sebut Muhaimin Iskandar Belum Pernah Meminta Maaf hingga Gus Dur Wafat
Baca juga: Disebut Sebagai Menteri yang Paling Layak di-Reshuffle, Menkumham Yasonna H Laoly Tak Terpengaruh
Baca juga: Luncurkan Gerakan Cinta Zakat, Jokowi Imbau Pejabat Negara, Swasta hingga Kepala Daerah Bayar Zakat

Henry dinilai sebagai pengacara yang memiliki kepedulian melestarikan budaya dan adat istiadat serta kearifan lokal adat Jawa melahirkan sifat lemah lembut.
Usai menerima pemberian sesebutan/gelar pangkat dari Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwono XIII tersebut, Henry mengatakan gelar adat yang diterimanya ini memiliki arti tersendiri baik secara pribadi maupun sebagai pengacara.
"Gelar adat ini adalah salah satu implementasi dari apa yang sering saya sampaikan, saat kunjungan kerja ke daerah untuk tetap mempertahankan kearifan lokal," kata dia, Kamis (15/4/2021).
Pada 3 Mei 2016, Keraton Surakarta Hadiningrat kembali memberi gelar kehormatan dari Kanjeng Raden Tumenggung (KRT), ditingkatkan menjadi Kanjeng Raden Aryo Tumenggung (KRAT).
Karena dedikasi pada adat Jawa, Vice President Kongres Advokat Indonesia (KAI) itu kembali diberikan gelar kehormatan yang pada awalnya Kanjeng Raden Aryo Tumenggung (KRAT) ditingkatkan menjadi Kangdjeng Pangeran (KP) dan diberi nama dari Keraton Pradongonagoro.
"Saya pada 2 April 2018 di Keraton Surakarta Hadiningrat kembali diberi gelar kehormatan yang pada awalnya Kanjeng Raden Aryo Tumenggung (KRAT) ditingkatkan menjadi Kangdjeng Pangeran (KP) dan diberi nama dari Keraton Pradongonagoro," ucapnya.
Kemudian, Henry yang kini menjabat sebagai Plt Ketua LKI DPP Partai Golkar, Ketua Kosgoro dan Wakil Ketua Bakumham Partai Golkar telah mengikuti Ritual pengangkatan Kangdjeng Pangeran di Imogiri dengan berziarah ke makam Sultan Agung dan Raja-raja Surakarta Hadiningrat.
Baca juga: Polemik Status Warga Negara Bupati Terpilih Sabu Raijua: MK Diskualifikasi Orient Patriot Riwu Kore
Baca juga: Kebakaran Kilang Minyak Balongan, Pertamina Tanggapi Saran Ombudsman Terkait Ganti Rugi
Baca juga: Viral Video Lucinta Luna Naiki Lumba-lumba, Susi Pudjiastuti Lempar Kritikan Pedas
Baca juga: IPW: Sikap KSAD Jenderal Andika Perkasa Dibutuhkan untuk Redakan Kontroversi Vaksin Nusantara
Baca juga: Survei Indonesia Indicator: 10 Menteri Dapat Sentimen Positif sejak Reshuffle Kabinet Indonesia Maju
Hal ini ia lakukan setelah mendapat gelar atau pangkat dari Kasunanan Keraton Surakarta Hadiningrat.
Kini, pengacara kondang tersebut mendapat marga dari masyarakat adat Batak Karo di Sumatera Utara.