Breaking News:

Virus Corona

Kembali Pecah Rekor, India Catat 4.529 Kasus Kematian Harian akibat Covid-19 dalam 24 Jam Terakhir

Pada Rabu (19/5/2021) India kembali mencatatkan rekor kasus kematian harian akibat Covid-19 tertinggi, yakni 4.529 kasus dalam 24 jam terakhir.

Penulis: Rizki A. Tiara | Editor: Rohmana Kurniandari
AFP/Manjunath Kiran
Gelombang virus corona Covid-19 di India telah membuat rumah sakit, krematorium, dan lahan permakaman 'overload' alias kelebihan beban. 

TRIBUNTERNATE.COM - Pandemi virus corona penyebab penyakit Covid-19 di India saat ini tengah menjadi sorotan dunia.

Pada Rabu (19/5/2021) India kembali mencatatkan rekor kasus kematian harian akibat Covid-19 tertinggi, yakni 4.529 kasus dalam 24 jam terakhir.

Angka ini tercatat bahkan ketika jumlah kasus baru dalam gelombang baru Covid-19 yang menghantam negara tersebut reda.

Jumlah kematian harian akibat pandemi Covid-19 telah meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Sebab, kasus infeksi telah menyebar hingga tingkat wilayah pedesaan yang kebanyakan memiliki fasilitas kesehatan yang buruk.

Dengan tambahan angka kematian terbaru, jumlah fatalitas resmi di India kini tercatat sebesar 283.248.

Krematorium darurat di India.
Krematorium darurat di India. (Kompas.com)

Baca juga: Konflik Israel-Palestina Memanas, Pembangunan Masjid Rancangan Ridwan Kamil di Jalur Gaza Dihentikan

Baca juga: Satu-satunya Laboratorium Testing Covid-19 di Jalur Gaza Dihantam Serangan Israel

Baca juga: Terinfeksi Covid-19, Dua Pria di India Bunuh Diri, Salah Satunya Terjun dari Lantai 6 Rumah Sakit

India menduduki urutan ketiga kasus kematian akibat Covid-19 tertinggi di dunia.

Peringkat pertama ditempati Amerika Serikat dengan lebih dari 600.000 kasus kematian dan peringkat kedua diduduki oleh Brazil dengan sekitar 440.000 kasus kematian.

Namun, para ahli mengatakan bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat Covid-19 di India sebenarnya jauh lebih tinggi.

Sementara itu, ada lebih dari 267.000 kasus baru, sehingga total kasus infeksi di India tercatat sebesar 25,5 juta kasus, nomor dua setelah Amerika Serikat.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved