Mengenal Sosok Naftali Bennett, Perdana Menteri Baru Israel yang Gantikan Benjamin Netanyahu
Naftali Bennett dilantik pada Minggu (13/6/2021) sebagai perdana menteri baru Israel, menggantikan perdana menteri sebelumnya, Benjamin Netanyahu.
Dia menentang kemerdekaan Palestina dan sangat mendukung permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem timur yang diduduki Israel,
Hal ini dilihat oleh Palestina dan sebagian besar masyarakat internasional sebagai hambatan utama bagi upaya perdamaian bagi kedua wilayah tersebut.
Baca juga: Israel Bentuk Pemerintah Baru, Presiden Palestina: Kami Tetap Inginkan Negara Palestina
Baca juga: Jaksa Sebut Nota Pembelaan Rizieq Shihab Didominasi oleh Keluh Kesah Belaka dan Tak Berdasar
Baca juga: Kematian Wakil Bupati Sangihe Jadi Sorotan, Polisi Sebut Penyebabnya Tak Terkait Izin Tambang

Bennett pernah melempar kritikan keras karena Benjamin Netanyahu setuju untuk memperlambat pembangunan pemukiman Yahudi di bawah tekanan dari Presiden AS Barack Obama; yang berupaya untuk menghidupkan kembali proses perdamaian Israel dan Palestina di awal masa jabatan pertamanya, tetapi gagal.
Ia sempat menjabat sebagai kepala dewan pemukim Tepi Barat, Yesha, sebelum memasuki Knesset pada 2013.
Bennett kemudian menjabat sebagai menteri kabinet urusan diaspora, pendidikan, dan pertahanan di berbagai pemerintahan yang dipimpin Netanyahu.
“Dia adalah pemimpin sayap kanan, garis keras keamanan, tetapi pada saat yang sama juga sangat pragmatis,” kata Yohanan Plesner, kepala Institut Demokrasi Israel, yang telah mengenal Bennett selama beberapa dekade dan bertugas bersamanya di militer.
Dia berharap, Bennett dapat terlibat dengan faksi lain untuk menemukan "denominator yang sama" saat dia mencari dukungan dan legitimasi sebagai pemimpin nasional.
PERSAINGAN DENGAN NETANYAHU
Naftali Bennett merupakan seorang ayah dengan empat orang anak dan berusia 49 tahun.
Bennett rupanya memiliki pendekatan hawkish (penuh kekerasan dan pemaksaan/koersi, red.) yang sama dengan Netanyahu terhadap konflik Timur Tengah.
Akan tetapi, keduanya memiliki hubungan yang tegang selama bertahun-tahun.
Bennett menjabat sebagai kepala staf Netanyahu selama dua tahun, tetapi mereka berpisah setelah perselisihan misterius yang disebut media Israel terkait dengan istri Netanyahu, Sara.
Diketahui, Sara memiliki pengaruh besar atas lingkaran dalam suaminya.
Bennett berkampanye sebagai pendukung sayap kanan menjelang pemilihan Maret 2021 dan sempat menandatangani janji di TV nasional yang mengatakan bahwa dia tidak akan pernah membiarkan Yair Lapid, seorang sentris sekaligus saingan utama Netanyahu, menjadi perdana menteri.
Namun, ketika Netanyahu mulai terlihat tidak dapat membentuk koalisi yang berkuasa, hal di ataslah yang dilakukan Bennett.