Breaking News:

Virus Corona

India Catat 4.209 Kasus Kematian Harian akibat Covid-19 di Tengah Ancaman Infeksi Jamur Hitam

Negara-negara bagian di India memerintahkan tindakan darurat untuk melawan lonjakan infeksi "jamur hitam" yang mematikan di antara pasien virus corona

Penulis: Rizki A. Tiara | Editor: Rohmana Kurniandari
Kompas.com
Krematorium darurat untuk jenazah pasien Covid-19 di India. 

TRIBUNTERNATE.COM - Pandemi virus corona Covid-19 di India masih terus menjadi sorotan internasional.

Pada Jumat (21/5/2021), India melaporkan 259.551 kasus infeksi Covid-19 baru selama 24 jam terakhir, sementara angka kasus kematian bertambah sebesar 4.209.

Kasus infeksi harian turun sekitar 16.000 dibandingkan hari sebelumnya, sementara jumlah kasus kematian harian meningkat, dikutip dari Channel News Asia.

Data Kementerian Kesehatan India mencatat, ada total kasus infeksi Covid-19 di India kini mencapai 26,03 juta, dengan total angka kematian sebesar 291.331.

Sementara, negara-negara bagian di seluruh India memerintahkan tindakan darurat pada Kamis (20/5/2021) untuk melawan lonjakan infeksi "jamur hitam" yang mematikan di antara pasien virus corona.

Negara bagian Gujarat dan Telangana mengumumkan epidemi mucormycosis alias 'black fungus' atau jamur hitam.

New Delhi dan kota-kota besar lainnya telah membuka bangsal khusus untuk mengobati ribuan kasus infeksi tersebut.

Baca juga: Kembali Pecah Rekor, India Catat 4.529 Kasus Kematian Harian akibat Covid-19 dalam 24 Jam Terakhir

Baca juga: Varian B.1.617 yang Sebabkan Tsunami Covid-19 India Telah Menyebar ke 44 Negara, Termasuk Indonesia

Baca juga: Kasus Baru Covid-19 Mingguan di India Pecah Rekor Tertinggi, WHO Peringatkan Ancaman Varian Baru

Ambulans Covid-19 India.
Ambulans Covid-19 India. (The Indian Express)

Jamur hitam disebabkan oleh organisme yang disebut mucormycetes, yang dapat masuk ke tubuh melalui saluran pernapasan atau cedera kulit.

Infeksi ini dapat membunuh lebih dari 50 persen penderita dalam beberapa hari.

Dalam beberapa kasus, mata dan rahang atas pasien terpaksa harus diangkat oleh ahli bedah untuk menyelamatkan nyawanya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved