Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Corona

Zubairi Djoerban Tanggapi soal Banyaknya Penderita Covid-19 Meninggal Dunia saat Isolasi Mandiri

"Artinya, tidak 100 persen pasien Covid-19 itu sebenarnya boleh isoman begitu saja," kata ketua Satgas Covid-19 dari IDI, Zubairi Djoerban.

Kompas.com/Sania Mashabi
Dokter spesialis penyakit dalam (internis) sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. Dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD-KHOM. 

TRIBUNTERNATE.COM - Indonesia tengah mengalami lonjakan kasus infeksi Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir.

Lonjakan kasus Covid-19 juga disertai dengan meningkatnya angka kematian dan sulitnya akses mendapat layanan kesehatan, karena rumah sakit overload.

Namun, satu hal yang juga menjadi sorotan saat ini adalah banyaknya penderita Covid-19 yang meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri.

Hal tersebut pun mendapat sorotan dari Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban.

Zubairi menyebut, kondisi tersebut terjadi karena banyak pasien dengan keluhan berat tidak bisa mendapatkan perawatan rumah sakit.

Maka dari itu, menurutnya, tak semua pasien Covid-19 bisa sembarangan menjalani isoman.

"Ada pertanyaan beberapa jurnalis: Kenapa pasien Covid-19 yang isoman itu banyak yang meninggal?."

"Jawaban saya clear. Karena banyak pasien dengan keluhan berat tidak bisa masuk ke rumah sakit."

"Artinya, tidak 100 persen pasien Covid-19 itu sebenarnya boleh isoman begitu saja," kata Zubairi melalui akun Twitternya, @ProfesorZubairi, Kamis (16/7/2021).

Ia menekankan, pasien yang boleh menjalani isoman adalah pasien yang memiliki paru-paru normal dan saturasi oksigen yang tidak menurun.

Sehingga, sebelum menjalani isoman, pasien Covid-19 harus melakukan rontgen paru-parunya terlebih dahulu.

Agar nantinya, dapat dianalisa apakah ditemukan pneumonia atau tidak.

Baca juga: Jokowi Larang Menteri Bepergian ke Luar Negeri, Hanya Menlu RI Retno Marsudi yang Diperbolehkan

Baca juga: Mahfud MD: Ide Vaksin Berbayar Muncul karena Ledakan Covid-19 Varian Delta

Baca juga: Vaksinasi Booster Pakai Moderna untuk Tenaga Kesehatan Resmi Dimulai

Zubairi Djoerban
Zubairi Djoerban (Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S)

"Pasien Covid-19 yang boleh isoman itu adalah yang rontgen parunya normal dan saturasi oksigennya tidak drop."

"Jadi, perlukah orang yang isolasi mandiri itu di-rontgen? Ya perlu."

"Sebab, kalau ditemukan pneumonia pada dirinya, maka perawatannya akan beda total," jelasnya.

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Ketua Satgas Covid-19 IDI Zubairi Djoerban Sebut Lockdown Perlu Diterapkan

Baca juga: Tak Setuju Indonesia Ikuti Panduan CDC Lepas Masker, Zubairi Djoerban: Itu Tidak Berlaku di Sini

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved