Selasa, 14 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Terkini Internasional

Kuasai Afghanistan, Taliban Masih Harus Hadapi 6 Tantangan Ini: Penerimaan Masyarakat hingga Ekonomi

Taliban hanya memiliki sedikit atau tidak sama sekali pemahaman teknokratis tentang bagaimana melakukan fungsi-fungsi lain dari pemerintahan.

AFP/Hoshang Hashimi via Al Jazeera
Pasukan keamanan dan militia Afghanistan berjuang melawan Taliban, mereka berjaga-jaga di Distrik Enjil, Provinsi Herat. 

TRIBUNTERNATE.COM - Kelompok Taliban telah berhasil menguasai Afghanistan pekan lalu, 20 tahun setelah dilengserkan dari kekuasaan berkat invasi militer yang dipimpin Amerika Serikat (AS).

Hal ini pun mendapat sorotan dari sejumlah pihak, termasuk para pengamat.

Namun, kelompok bersenjata ini masih akan mendapat sejumlah tantangan yang harus diatasi.

Para analis dan pejabat Afghanistan menyebut, memenangkan perang mungkin akan menjadi bagian yang mudah.

Akan tetapi, menjaga perdamaian dan mengatur negara yang dilanda konflik sekaligus miskin itu adalah hal yang sulit.

Dirangkum oleh Al Jazeera, berikut enam tantangan yang harus dihadapi oleh Taliban dalam upaya memerintah negara berpenduduk 38 juta orang itu untuk kedua kalinya sejak 2001:

Penerimaan Masyarakat

Pemerintah Presiden Ashraf Ghani gagal memenuhi aspirasi rakyat, karena standar hidup mereka hampir tidak meningkat dan ditambah layanan mendasar yang buruk, seperti kesehatan dan pendidikan.

Pemerintah Afghanistan terperosok dalam korupsi, sementara situasi keamanan tetap genting.

Hal ini memaksa ribuan warga Afghanistan meninggalkan negara itu.

Banyak pemimpin milisi yang terkenal dan antek-anteknya hanya diharuskan menjalani rehabilitasi, padahal mereka memiliki catatan pelanggaran hak asasi manusia yang mengerikan dan korupsi.

Masyarakat memang frustrasi dan menantikan perubahan, tetapi itu tidak berarti mereka menyambut kembalinya kelompok Taliban.

“Di banyak wilayah di Afghanistan, orang-orang dihadapkan dengan pilihan yang sulit, yakni rezim Taliban yang represif atau pemerintah yang mengambil jauh lebih banyak daripada yang mampu disediakannya,” kata Jonathan Schroden, direktur program penelitian di Center for Naval Analyses  yang berbasis di negara bagian AS, Virginia.

“Sementara beberapa orang Afghanistan tentu saja memiliki preferensi yang kuat dan mendukung satu pihak versus yang lain, sebagian besar terjebak di tengah dan tidak terlalu antusias terhadap kedua pihak,” sambung Schroden, yang mengepalai Countering Threats and Challenges Program.

Baca juga: 26 WNI Dievakuasi dari Afghanistan, Sempat Terjadi Penundaan Izin Mendarat di Kabul

Baca juga: Cerita Pelik Skadron Udara 17 TNI AU Evakuasi WNI dari Afghanistan, Lalui Berbagai Kendala

Pasukan keamanan Afghanistan berdiri di dekat kendaraan lapis baja selama pertempuran yang sedang berlangsung antara pasukan keamanan Afghanistan dan tentara Taliban di daerah Busharan di pinggiran Lashkar Gah, ibu kota Provinsi Helmand 5 Mei 2021. Pesawat-pesawat tempur Amerika mendukung pasukan Afghanistan melawan sebuah pasukan utama Taliban ofensif di selatan negara itu bahkan ketika militer AS terus menekan dengan penarikan pasukan, kata para pejabat pada 5 Mei. Pertempuran sengit telah meletus di provinsi Helmand sejak akhir pekan, ketika militer AS secara resmi mulai menarik pasukannya yang tersisa.
Pasukan keamanan Afghanistan berdiri di dekat kendaraan lapis baja selama pertempuran yang sedang berlangsung antara pasukan keamanan Afghanistan dan tentara Taliban di daerah Busharan di pinggiran Lashkar Gah, ibu kota Provinsi Helmand 5 Mei 2021. Pesawat-pesawat tempur Amerika mendukung pasukan Afghanistan melawan sebuah pasukan utama Taliban ofensif di selatan negara itu bahkan ketika militer AS terus menekan dengan penarikan pasukan, kata para pejabat pada 5 Mei. Pertempuran sengit telah meletus di provinsi Helmand sejak akhir pekan, ketika militer AS secara resmi mulai menarik pasukannya yang tersisa. (AFP/Sifatullah Zahidi)

Kekuatan yang tersebar

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved