Terkini Internasional
Kuasai Afghanistan, Taliban Masih Harus Hadapi 6 Tantangan Ini: Penerimaan Masyarakat hingga Ekonomi
Taliban hanya memiliki sedikit atau tidak sama sekali pemahaman teknokratis tentang bagaimana melakukan fungsi-fungsi lain dari pemerintahan.
Dalam kurun waktu beberapa minggu, Taliban berhasil merebut sebagian besar ibu kota provinsi di Afghanistan, termasuk ibu kota negara Kabul.
Mereka melakukan serangan militer kilat yang nyaris tanpa lawan.
Peristiwa ini mengingatkan kembali tentang pasukan Irak yang dilatih AS yang melarikan diri dari medan perang dalam menghadapi pejuang ISIL pada 2014 silam.
Taliban melancarkan serangan militernya pada Mei 2021, ketika pasukan asing pimpinan AS mulai menarik diri dari Afghanistan.
Diketahui, penarikan pasukan asing menjadi bagian dari perjanjian yang ditandatangani Taliban dengan AS pada 29 Februari 2020, di ibu kota Qatar, Doha.
Pasukan keamanan Afghanistan, ada yang menyerah (setelah mediasi dari tetua suku setempat) maupun mundur, memberikan kemenangan mudah bagi para pejuang Taliban di beberapa provinsi di wilayah utara dan barat.
Penasihat pemerintah Afghanistan yang dipimpin oleh Presiden Ashraf Ghani, yang telah meninggalkan negara itu, mengatakan keputusan pemerintah sebelumnya untuk menarik pasukan dari daerah terpencil menjadi bumerang.
Sebab, hal ini memungkinkan Taliban untuk membangun momentum dan menebar ketakutan di antara pasukan yang tersisa.
Sekarang dengan hampir seluruh wilayah Afghanistan di bawah kendali Taliban dan kurang dari 100.000 gerilyawan aktif, Taliban akan melemah, kata para analis.
“Taliban merasa mudah untuk merebut sejumlah besar distrik, tetapi mempertahankan kota-kota besar adalah proposisi lain – yang membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar,” kata Schroden.
Seorang mantan menteri Afghanistan mengatakan kepada Al Jazeera, Distrik Shughnan di Provinsi Badakhshan hanya diambil oleh “enam pejuang Taliban” – padahal wilayah itu ditempati sekitar 60.000 orang.
Dan ada contoh lain di mana segelintir pejuang Taliban mampu mengklaim wilayah yang signifikan.
Hal ini juga dibenarkan langsung oleh Taliban sendiri.
Baca juga: Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Kabur ke UEA, Bantah Telah Curi Kas Negara Rp2,4 Triliun
Baca juga: Taliban Kuasai Afghanistan, Guru Besar UI: Indonesia Jangan Buru-buru Beri Pengakuan
Baca juga: Joe Biden Tak Menyesal Tarik Pasukan, AS Prediksi Afghanistan Dikuasai Taliban dalam 90 Hari
Taliban telah mengumumkan amnesti umum untuk pejabat pemerintah karena tampaknya mereka akan mempertahankan sebanyak mungkin orang dalam peran saat ini.
Jika Afghanistan tidak mampu meningkatkan jumlah personel penegak hukum, negara ini rentan terhadap kerusuhan dan pelanggaran hukum.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/afghan-militia.jpg)