Breaking News:

Belajar dari Krisis Covid-19 Gelombang Dua, India Mulai Bersiap Hadapi Kemungkinan Gelombang Ketiga

India belajar dari pengalaman pahit gelombang kedua Covid-19, sehingga saat ini India telah bersiap untuk menghadapi kemungkinan gelombang ketiga.

The Indian Express
Ambulans Covid-19 India - India belajar dari pengalaman pahit selama gelombang kedua Covid-19, sehingga mulai saat ini India telah bersiap untuk menghadapi kemungkinan lonjakan infeksi gelombang ketiga di sekitar musim festival September-November. 

TRIBUNTERNATE.COM - Ketika kasus dan kematian Covid-19 meledak di India pada bulan April dan Mei 2021 lalu, rumah sakit utama New Delhi, RS Sir Ganga Ram dan beberapa rumah sakit lainnya kehabisan oksigen sehingga banyak pasien meninggal dunia karena sesak napas.

Pada bulan ini, pasien virus corona terakhir di India sudah akan diperbolehkan meninggalkan rumah sakit setelah pemulihan.

Perubahan luar biasa ini, oleh para ahli kesehatan, dikaitkan dengan meningkatnya tingkat kekebalan dari infeksi alami dan vaksinasi.

Meskipun demikian, rumah sakit di India belajar dari pengalaman pahit selama gelombang kedua Covid-19, sehingga mulai saat ini India telah bersiap untuk menghadapi kemungkinan lonjakan infeksi gelombang ketiga di sekitar musim festival September-November.

Ketersediaan tempat tidur rumah sakit telah ditambahkan di fasilitas di seluruh penjuru negeri, dan pasokan oksigen juga dipastikan.

RS Ganga Ram meningkatkan kapasitas penyimpanan oksigennya sebesar 50 persen.

Rumah sakit tersebut telah memasang pipa sepanjang 1 km yang membawa gas langsung ke ICU Covid-19, dan memasang peralatan untuk menjaga aliran oksigen tetap tinggi.

Baca juga: Ada Dua Orang Terinfeksi, Turki Konfirmasi Kemunculan Kasus Covid-19 Varian Mu Pertama

Baca juga: Negara Miskin Masih Kesulitan Vaksin, Negara Kaya Justru akan Miliki 1,2 Miliar Vaksin Covid-19

Selain itu, rumah sakit tersebut juga telah memesan pabrik penghasil oksigen, yang sebagian besar dibuat di Eropa.

Namun, prosesnya dapat memakan waktu berbulan-bulan karena lonjakan permintaan secara global.

"Mengingat kemungkinan munculnya mutasi virus corona, dengan tingkat penularan dan kemampuan menembus antibodi yang lebih tinggi, rumah sakit terus mempersiapkan yang terburuk," kata Dr Satendra Katoch, direktur medis rumah sakit Sir Ganga Ram, seperti dikutip dari The Strait Times.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved