Kamis, 16 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Di Mata Warga Afghanistan, Serangan Terorisme 9/11 Pemicu Perang Afghanistan selama Dua Dekade

Bagi Afghanistan, serangan terorisme 9/11 merupakan pemicu Perang Afghanistan selama dua dekade.

DOUG KANTER/SETH MCALLISTER/AFP
Serangan terorisme 11 September 2001 atau dikenal dengan tragedi 9/11. 

TRIBUNTERNATE.COM - 20 tahun yang lalu, tepatnya pada 11 September 2001, terjadi salah satu peristiwa serangan terorisme terbesar sepanjang sejarah yang dikenal dengan tragedi 9/11/

Sebanyak 19 teroris membajak empat pesawat terbang komersil AS untuk menyerang sejumlah situs penting, salah satunya World Trade Center (WTC) di New York City.

Serangan juga diarahkan ke Washington DC, Shanksville di Pennsylvania dan Pentagon di Virginia hingga diperkirakan menyebabkan korban jiwa sebanyak 2.977, diwartakan Tribunnews.

Pimpinan Al Qaeda, Osama bin Laden, yang disebut dilindungi Taliban di Afghanistan diduga jadi dalang dari insiden ini.

Serangan terorisme yang terjadi pada 11 September 2001 di Amerika Serikat itu pun menyisakan duka tersendiri bagi warga Afghanistan.

Pasukan marinir AS di Helmand, Afghanistan
Pasukan marinir AS di Helmand, Afghanistan (Reuters)

Baca juga: Perempuan Afghanistan Dipukuli Pejuang Taliban saat Unjuk Rasa Menuntut agar Hak-haknya Dipenuhi

Baca juga: Berhasil Ambil Alih Lembah Panjshir, Taliban Klaim Telah Miliki Kendali Penuh atas Afghanistan

Baca juga: PBB Sebut Taliban Berjanji untuk Menjamin Keselamatan Pekerja Kemanusiaan di Afghanistan

Bagi Afghanistan, serangan 9/11 merupakan pemicu Perang Afghanistan selama dua dekade.

Taliban yang berkuasa di Afghanistan sejak 1996 digulingkan oleh pasukan AS pada 2001 karena diduga banyak melindungi anggota Al Qaeda.

Namun tahun ini, Taliban kembali memimpin Kabul dan sebagian besar negara setelah AS dan sekutu menarik pasukannya.

"Ini adalah hari ketika masa-masa buruk dimulai bagi Afghanistan dan warga Afghanistan," kata Haizbullah, seorang pedagang grosir di selatan kota Kandahar, jantung dan ibu kota asli Taliban.

Haizbullah skeptis bahwa tujuan AS menginvasi negaranya hanya karena ingin membalas Al Qaeda.

Menurutnya pada Oktober 2001 lalu, AS datang untuk menunjukkan kekuatannya sebagai negara besar.

"Amerika datang ke sini untuk menunjukkan kepada dunia bahwa mereka adalah negara adidaya dan 9/11 hanyalah alasan yang mereka buat untuk menduduki Afghanistan," katanya, dikutip dari The Guardian

Ketika Taliban digulingkan, jutaan warga Afghanistan kembali dari pengasingan.

Saat itu perekonomian runtuh dan orang-orang berusaha membangun lagi dari awal.

"Kami kembali ke desa kami ketika orang Amerika datang, memulai hidup baru dan membangun semuanya dari nol lagi."

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved