Selasa, 2 Juni 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Di Mata Warga Afghanistan, Serangan Terorisme 9/11 Pemicu Perang Afghanistan selama Dua Dekade

Bagi Afghanistan, serangan terorisme 9/11 merupakan pemicu Perang Afghanistan selama dua dekade.

Tayang:
DOUG KANTER/SETH MCALLISTER/AFP
Serangan terorisme 11 September 2001 atau dikenal dengan tragedi 9/11. 

"Tapi sekarang saya mencoba membantu anggota keluarga saya untuk meninggalkan negara itu sekali lagi," kata Bilal Nimati, seorang pengusaha berusia 32 tahun yang melarikan diri ke India bulan lalu.

Baca juga: EU Tambahkan Gangguan Saraf Sindrom Guillain-Barre sebagai Efek Samping Langka Vaksin AstraZeneca

Baca juga: CDC: Orang yang Tidak Divaksin 11 Kali Lebih Mungkin Meninggal karena Covid-19

Serangan teroris 11 September 2001 atau 9/11
Serangan teroris 11 September 2001 atau 9/11 (DOUG KANTER/SETH MCALLISTER/AFP)

Generasi perempuan yang sempat mendapat hak atas pendidikan dan pekerjaan kini takut kebebasan itu kembali direnggut setelah Taliban berkuasa.

Seorang wanita bernama Shakila yang dulu keluar dari sekolah karena dilarang militan itu, kini bersembunyi usai mengorganisir protes perempuan.

"Saya sekolah, kuliah, dan kemudian bekerja di beberapa tempat, tapi sekarang saya hanya bersembunyi. Saya merasa tercekik," katanya kepada Observer.

Warga Afghanistan yang menentang Taliban juga merasa ditinggalkan oleh pasukan asing.

"Saya turut berduka untuk mereka yang tewas dalam serangan itu (9/11)," kata seorang warga Kabul.

"Tapi saya marah, mereka seharusnya tidak meninggalkan kami dalam semalam."

"Mereka tidak membantu kami membangun negara, mereka hanya membangun kembali Afghanistan untuk Taliban," tambahnya.

Di sisi lain, Taliban tidak memberikan respon apapun terkait peringatan 9/11 yang jatuh pada Sabtu lalu.

Bagi kelompok militan ini, mundurnya pasukan asing dari Afghanistan merupakan kemenangan.

(FILES) File foto ini diambil pada tanggal 4 November 2001 menunjukkan penduduk desa Kalaqata di Afghanistan timur laut di provinsi Takhar yang melarikan diri dari daerah garis depan saat pesawat tempur AS mengebom posisi Taliban di dekatnya. - Presiden AS George W. Bush pada 7 Oktober 2001 meluncurkan
(FILES) File foto ini diambil pada tanggal 4 November 2001 menunjukkan penduduk desa Kalaqata di Afghanistan timur laut di provinsi Takhar yang melarikan diri dari daerah garis depan saat pesawat tempur AS mengebom posisi Taliban di dekatnya. - Presiden AS George W. Bush pada 7 Oktober 2001 meluncurkan "perang melawan teror" sebagai tanggapan atas serangan 11 September, dengan serangan udara ke Afghanistan setelah pemerintah Taliban melindungi Osama bin Laden dan gerakan Al-Qaeda-nya, yang mendalangi 9/11. (JOEL ROBINE/AFP) (AFP/JOEL ROBINE)

"Amerika menginvasi negara kami untuk apa yang telah dilakukan orang lain," kata Gholam Yahya, seorang pejuang di provinsi Badghis barat.

"Tetapi kami tahu bahwa kami harus melawan dan mengusir mereka ke luar negeri. Dan kami melakukannya. Kami berjuang dan mati untuk apa yang telah dilakukan orang asing (Bin Laden)."

Sementara itu, peringatan resmi insiden 9/11 di New York dimulai dengan mengheningkan cipta pada pukul 08.46 waktu setempat, dimana itu adalah saat pesawat pertama menabrak Menara Utara World Trade Center.

Ada beberapa momen hening lagi selama beberapa jam berikutnya yang itu bertepatan dengan pesawat kedua menabrak Menara Selatan, pesawat ketiga menabrak Pentagon di luar Washington DC, pesawat keempat jatuh di Pennsylvania, dan saat kedua menara runtuh.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani/Tiara Shelavie)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 20 Tahun 9/11 di Mata Warga Afghanistan: Awal Masa Buruk hingga Kekecewaan Ditinggal AS

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved