Breaking News:

Terkini Internasional

Taliban Berkuasa, PBB Sebut Afghanistan Kini Mengalami Krisis dan Butuh Donasi 1 Miliar Dolar AS

Sekjen PBB Antonio Gutteres juga menginfokan, warga Afghanistan membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Editor: Rizki A
AFP/WAKIL KOHSAR
Pejuang Taliban berjalan di gerbang masuk utama bandara Kabul di Kabul pada 28 Agustus 2021, setelah pengambilalihan militer Afghanistan yang menakjubkan oleh Taliban. 

TRIBUNTERNATE.COM - Kelompok Taliban telah berhasil menguasai Afghanistan pekan lalu, 20 tahun setelah dilengserkan dari kekuasaan berkat invasi militer yang dipimpin Amerika Serikat (AS).

Kembalinya kelompok militan itu ke tampuk kekuasaan mengubah kondisi Afghanistan secara total.

Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan, Afghanistan mengalami krisis dan membutuhkan donasi sebesar 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 14,2 triliun untuk memenuhi kebutuhan dasar warga di sana.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekjen PBB, Antonio Guterres saat pidato pembukaan pada pertemuan antar menteri di Afghanistan, Senin (13/9/2021).

Dikutip dari Aljazeera, dia mengatakan belum memiliki rencana pasti terkait jumlah donasi yang diperlukan untuk menangani krisis di Afghanistan.

PBB sebenarnya sudah menganggarkan sejumlah 600 juta dolar AS atau sekitar Rp 8,5 triliun untuk menangani krisis di Afghanistan.

Namun, dikarenakan Taliban menguasai pemerintahan Afghanistan maka penganggarannya menjadi naik.

Sehingga itu merupakan suatu hal yang harus dihadapi.

Terkait donasi, Guterres menginginkan adanya bantuan dari negara-negara lain.

“Konferensi pers ini menjadi tempat untuk saya menyatakan adanya solidaritas terhadap Afghanistan,” ungkapnya.

Baca juga: Kuasai Afghanistan, Taliban Masih Harus Hadapi 6 Tantangan Ini: Penerimaan Masyarakat hingga Ekonomi

Baca juga: Saudara Mantan Wapres Afghanistan, Rohullah Azizi Dieksekusi Taliban, Jasadnya Dilarang Dikubur

Baca juga: PBB Sebut Taliban Berjanji untuk Menjamin Keselamatan Pekerja Kemanusiaan di Afghanistan

Seorang pejuang Taliban (kiri) berjaga-jaga ketika perempuan Afghanistan mengambil bagian dalam pawai protes untuk hak-hak mereka di bawah pemerintahan Taliban di pusat kota Kabul pada 3 September 2021. AFP/HOSHANG HASHIMI
Seorang pejuang Taliban (kiri) berjaga-jaga ketika perempuan Afghanistan mengambil bagian dalam pawai protes untuk hak-hak mereka di bawah pemerintahan Taliban di pusat kota Kabul pada 3 September 2021. AFP/HOSHANG HASHIMI (AFP/HOSHANG HASHIMI)
Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved