Diludahi dan Ditarik Jilbabnya hingga Terluka, Seorang Muslimah jadi Korban Rasisme di Austria
Seorang wanita Muslim yang tinggal di ibu kota Austria, Wina, menjadi korban serangan rasisme karena menggunakan hijab.
Kasus diproses secara hukum
Banyak orang menghubungi Bolat setelah ia mengunggah kejadian itu di media sosial.
Banyak yang berharap dia baik-baik saja dan membelanya.
Bolat mengatakan dia mengajukan laporan ke otoritas polisi setempat dan proses hukum mulai dilakukan.
Dia mengatakan bahwa ternyata penyerang rasis itu telah beberapa kali melakukan tindakan seperti itu sebelumnya dan menargetkan beberapa orang lain dengan cara yang sama.
"Saya bukan orang pertama yang diserang, diludahi oleh orang ini, banyak wanita berhijab yang menjadi sasaran serangan serupa oleh orang itu. Jadi, dia harus membayar atas perbuatannya. Jika dia secara psikologis terganggu, maka dia harus dirawat di rumah sakit atau (dilakukan) solusi lain. Tidak dapat diterima bahwa orang tersebut di luar dan merugikan orang lain," tambahnya.
Selain itu, hal lain yang disayangkan oleh Bolat adalah tidak ada penumpang lain di bus yang membantunya.
Menurut Bolat, penumpang lain hanya menonton kejadian itu.
Ia menambahkan bahwa harus ada lebih banyak upaya kesadaran yang dapat membuat orang membantu orang lain yang membutuhkan bantuan, terlepas dari latar belakang mereka yang berbeda.
(TribunTernate.com/Qonitah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/baraa-bolat-hbjijdlknbe.jpg)