Australia Izinkan Wisatawan dan Pelajar Asing yang Divaksin Sinovac untuk Memasuki Negaranya
Australia akhirnya mengakui vaksin Covid-19 Sinovac Biotech China dan mulai melonggarkan pembatasan karena vaksinasi di negaranya hampir mencapai 80%.
TRIBUNTERNATE.COM - Australia akhirnya mengakui vaksin Covid-19 Sinovac buatan Biotech China.
Bersamaan dengan hal itu, Australia juga mengakui vaksin AstraZeneca yang dibuat di India.
Australia membuka jalan bagi wisatawan luar negeri dan pelajar asing yang telah menerima kedua vaksin tersebut untuk memasuki negaranya.
Pada Jumat (1/9/2021) Perdana Menteri Australia Scott Morrison menyampaikan, regulator obat-obatan terkemuka negara itu, Therapeutic Goods Administration, mengatakan bagi wisatawan dan pelajar asing yang akan memasuki negaranya harus menggunakan vaksin yang diakui.
Australia mulai melonggarkan beberapa pembatasan perbatasan karena vaksinasi di seluruh negeri mendekati ambang batas utama 80 persen.
Sementara itu, kontras dengan Australia, Inggris dan Selandia baru belum mengakui vaksin Sinovac yang dibuat di Beijing itu meskipun telah disetujui oleh Organisasi Kesehatan Dunia untuk penggunaan darurat.
Sejumlah negara Eropa mengatakan mereka akan menerima vaksin orang-orang yang divaksin dengan Sinovac untuk masuk ke wilayahnya.
Baca juga: Penelitian: Vaksin Covid-19 Sinovac Sangat Efektif Lawan Penyakit Serius Akibat Virus Corona
Baca juga: Kemenkes Terbitkan Aturan Baru soal Vaksinasi, Penyintas Covid-19 Bisa Divaksin Sebulan Usai Sembuh
Amerika Serikat menunjukkan hal yang sama ketika mengumumkan rencana untuk membuka perbatasan bagi sebagian besar orang asing.
Pengumuman ini berpotensi membuka pintu bagi ribuan siswa asing tidak dapat memasuki Australia selama pandemi.
Pendidikan internasional merupakan sumber pendapatan yang tinggi bagi Australia, senilai 14,6 miliar dolar Australia (setara senilai Rp204 triliun atau 14,3 miliar dolar AS) untuk negara bagian New South Wales saja pada tahun 2019.
"Segera, kami akan dapat membuka perbatasan internasional itu lagi," kata Morrison kepada wartawan seperti dikutip dari The Strait Times.
"Ini akan mulai diterapkan bulan depan."

Baca juga: Sindrom Guillain-Barre, Efek Samping Langka Vaksin AstraZeneca dan Johnson & Johnson Menyerang Saraf
Baca juga: YouTube akan Blokir Semua Konten yang Menayangkan tentang Hoaks Vaksin dan Anti-Vaksin
Vaksin yang dibuat oleh Sinovac dan Sinopharm termasuk yang paling banyak digunakan di China, dan memiliki tingkat kemanjuran mulai dari sekitar 50 persen hingga 80 persen dalam mencegah gejala Covid-19, lebih rendah daripada vaksin utusan asam ribonukleat yang dikembangkan dari AS.
Sinovac juga merupakan salah satu vaksin Covid-19 yang paling banyak digunakan secara global, digunakan dari Indonesia hingga Brasil dan Turki.
Chile mengatakan awal pekan ini akan mulai memberikannya kepada anak-anak berusia enam hingga 11 tahun.