AS akan Izinkan Wisatawan Asing yang Dapat Vaksin Covid-19 Campuran Beda Merek Masuk Negaranya
CDC AS mengatakan bahwa mereka akan menerima vaksin virus corona dosis campuran dari wisatawan internasional.
Dr Fauci mengatakan bahwa sebuah studi terhadap orang dewasa yang menerima dosis booster vaksin Covid-19 yang berbeda dari vaksin asli mereka telah selesai dilakukan.
Hal ini disampaikan olehnya dalam sebuah wawancara di Balance Of Power With David Westin dari Bloomberg Television.
Menurut Dr Fauci, data tersebut telah dipresentasikan ke FDA.
"Data tentang pencampuran suntikan telah dipresentasikan ke FDA," kata Dr Fauci seperti dikutip dari The Strait Times.
Baca juga: Palau, Negara Kecil di Pasifik, Telah Capai Target Vaksinasi 99 Persen, Mulai Fokus Dosis Ketiga
Baca juga: Jadikan Kota Ini sebagai Objek Penelitian Vaksin, Pfizer akan Vaksinasi Seluruh Penduduk Kota Toledo
Dr Fauci juga mengatakan, hal ini sedang dalam proses pembahasan bersama FDA.
"Saat ini sedang dalam proses pembahasan dengan FDA," lanjutnya.
Penelitian dari National Institutes of Health AS melihat keamanan, imunogenisitas dan kemanjuran dari pencampuran dan pencocokan dari tiga vaksin resmi AS untuk tujuan booster.
Vaksin dari Pfizer-BioNTech telah disetujui sebagai booster untuk orang-orang yang rentan, seperti orang tua dan orang dengan kelainan imun.

Selanjutnya, FDA dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) sedang dalam proses membahas pertimbangan booster dari Moderna dan Johnson & Johnson.
Komite penasehat vaksin FDA dari ahli luar negeri akan bertemu Kamis depan (14 Oktober 2021) untuk membahas hal ini.
Mencampur dan mencocokkan booster telah menjadi masalah yang semakin penting diteliti.
Imun yang didapatkan dari dosis penuh vaksin yang telah diberikan dapat menurun seiring waktu, sehingga masyarakat akan memerlukan booster.
Oleh karena itu, keamanan dan efektivitas mencampur dan mencocokkan vaksin dengan merek berbeda untuk tujuan booster perlu segera diteliti.
Hal ini karena untuk memaksimalkan efektivitas dan menghindari efek samping langka yang telah dikaitkan dengan beberapa suntikan.
(TribunTernate.com/Qonitah)