Virus Corona
WHO: Covid-19 Varian Omicron Timbulkan Risiko Global yang Sangat Tinggi, Negara-Negara Harus Bersiap
hadirnya Omicron akan menimbulkan risiko lonjakan infeksi Covid-19 yang sangat tinggi dan bisa burujung pada "konsekusensi parah" di beberapa tempat.
Sejak Omicron menyebar ke lebih dari 12 negara, banyak di antaranya telah memberlakukan pembatasan perjalanan dan mencoba menutup diri.
Baca juga: Moderna: Vaksin Covid-19 Baru untuk Varian Omicron Diperkirakan akan Tersedia pada Awal 2022
Baca juga: Apa Itu Omicron? Varian Baru Covid-19 Asal Afrika Selatan yang Ditetapkan sebagai Variant of Concern
Seperti Jepang misalnya, pada Senin (29/11/2021) negara itu bergabung dengan Israel dan mengatakan akan menutup perbatasannya untuk orang asing.
Sambil menunggu saran lebih lanjut, WHO menegaskan kembali bahwa negara-negara di dunia harus menggunakan pendekatan berbasis risiko untuk menyesuaikan regulasi perjalanan internasional secara tepat waktu.
Selain itu, negara-negara di dunia juga harus mengakui bahwa peningkatan kasus virus corona bisa menyebabkan tingkat morbiditas dan mortalitas yang lebih tinggi.
"Dampak pada populasi yang rentan akan sangat besar, terutama di negara-negara dengan cakupan vaksinasi yang rendah," kata WHO.
Sementara itu, pada orang yang sudah divaksinasi, kasus dan infeksi Covid-19 diperkirakan hanya dalam proporsi yang kecil dan dapat diprediksi.
Secara keseluruhan, ada ketidakpastian yang cukup besar dalam besarnya potensi lolosnya kekebalan vaksin dari Omicron.
Kini, WHO berharap akan ada lebih banyak data tentang Omicron yang tersedia dalam beberapa minggu mendatang.
(TribunTernate.com/Ron)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/tedros-dr.jpg)