Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Khawatir Varian Omicron, Warga India Mulai Panik Minta Vaksin Booster

Permintaan untuk suntikan booster vaksin Covid-19 di India semakin meningkat karena kekhawatiran terhadap varian Omicron.

Punit PARANJPE/AFP
Ilustrasi pandemi Covid-19 di India - Permintaan untuk suntikan booster vaksin Covid-19 di India semakin meningkat karena kekhawatiran terhadap varian Omicron. 

TRIBUNTERNATE.COM - Permintaan untuk suntikan booster vaksin Covid-19 di India semakin meningkat.

Hal ini dipicu oleh kekhawatiran kekebalan yang dihasilkan oleh vaksinasi sebelumnya tidak akan cukup untuk mencegah gelombang potensial Covid-19 yang disebabkan oleh penyebaran varian Omicron di negara tersebut.

Asosiasi Medis India (IMA), badan profesional medis tertinggi di negara itu, mendesak pemerintah untuk mulai memberikan dosis tambahan kepada pekerja garis depan serta individu dengan gangguan kekebalan untuk membantu meningkatkan kekebalan mereka.

Presiden IMA J. A. Jayalal mengatakan kepada The Straits Times bahwa dokter dan pekerja garis depan lainnya berisiko terkena viral load dalam jumlah besar jika jumlah pasien meningkat dalam lonjakan yang dipicu oleh Omicron.

"Dalam situasi seperti itu, Anda perlu meningkatkan kekebalan Anda dengan memasukkan lebih banyak antibodi (melalui) dosis penguat," katanya, seraya menambahkan bahwa orang dengan gangguan kekebalan juga membutuhkan dosis tambahan vaksin Covid-19.

Baca juga: Moderna Siap Luncurkan Vaksin Booster Khusus Tangkal Varian Omicron pada Maret 2022

Baca juga: ECDC Perkirakan Omicron akan Sebabkan Lebih dari Setengah Kasus Covid-19 di Eropa

Menurut IMA lebih dari 2.000 dokter telah meninggal saat bertugas selama pandemi.

"Itu adalah pengalaman yang pahit, kami tidak ingin itu terjadi lagi," kata Dr Jayalal.

Permintaann untuk dosis ketiga telah berkembang di India dari berbagai tempat, termasuk dokter, ahli virologi, politisi oposisi dan organisasi industri, dengan munculnya varian Omicron, yang diyakini lebih menular daripada Delta.

Kasus Covid-19 Jerman meroket - Dalam foto: Tenaga medis bekerja di unit perawatan intensif dengan pasien Covid-19 di sebuah rumah sakit di Freising dekat Munich, Jerman selatan, pada 16 November 2021, di tengah pandemi virus corona Covid-19 yang sedang berlangsung.
Ilustrasi Covid-19 (Christof STACHE/AFP)

Sebuah konsorsium laboratorium sekuensing genomik India yang bertanggung jawab untuk melacak evolusi Sars-CoV-2 menyatakan bahwa pihak berwenang dapat mempertimbangkan dosis penguat untuk mereka yang berusia lebih dari 40 tahun.

Hal ini karena tingkat antibodi penetralisir yang rendah dari vaksin saat ini adalah tidak mungkin cukup untuk menetralisir Omicron, meskipun risiko gejala berat masih mungkin berkurang.

India telah melaporkan setidaknya 23 kasus Omicron yang dikonfirmasi.

Kasus tersebut ditemukan di negara bagian termasuk Maharashtra, Rajasthan, Delhi, Gujarat dan Karnataka.

Baca juga: Sebagian Besar Kasus Omicron Terjadi pada Orang yang Sudah Vaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap

Baca juga: Omicron Sudah Sampai Singapura, Polri Perketat Pintu Masuk Darat, Laut, dan Udara Menuju Bali

Sementara itu, rapat panel pemerintah India untuk membahas pemberian dosis booster berakhir tanpa keputusan.

Untuk saat ini, pemerintah tetap fokus pada vaksinasi yang belum divaksinasi sama sekali, dan yang belum menerima dosis kedua.

"Saat ini, mari kita perjelas, prioritas kami sangat jelas, selesaikan tugas memvaksinasi semua orang dewasa dengan kedua dosis," kata Dr VK Paul, seorang pejabat senior pemerintah India.

India saat ini telah memvaksinasi sekitar 50 persen dari populasi yang memenuhi syarat dengan dosis penuh.

Sementara itu, lebih dari 85 persen telah menerima setidaknya satu dosis.

(TribunTernate.com/Qonitah)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved