Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Corona

Omicron Merebak, Jumlah Kasus Covid-19 Dunia Telah Lampaui Angka 300 Juta

Per Jumat (7/1/2022), total kasus Covid-19 yang tercatat di seluruh dunia telah melampaui angka 300 juta di tengah merebaknya varian Omicron.

Christof STACHE/AFP
ILUSTRASI - Dalam foto: Tenaga medis bekerja di unit perawatan intensif dengan pasien Covid-19 di sebuah rumah sakit di Freising dekat Munich, Jerman selatan, pada 16 November 2021, di tengah pandemi virus corona Covid-19 yang sedang berlangsung. Per Jumat (7/1/2022), total kasus Covid-19 yang tercatat di seluruh dunia telah melampaui angka 300 juta di tengah merebaknya varian Omicron. 

Pada Jumat lalu, Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan, akses ke bar dan restoran di negara itu akan dibatasi untuk mereka yang telah divaksinasi lengkap atau yang telah pulih dari virus dan dibuktikan dengan hasil tes negatif.

Namun, orang-orang yang telah menerima vaksin booster akan dibebaskan dari persyaratan tes.

Sementara itu di Austria, Kanselir Karl Nehammer dinyatakan positif Covid-19.

"Tidak ada alasan untuk khawatir, aku baik-baik saja," katanya. "Saya terus memohon: segeralah divaksin."

Di Amerika Serikat, tantangan terhadap kewajiban vaksin yang diberlakukan oleh pemerintahan Presiden Joe Biden terdengar oleh Mahkamah Agung pada Jumat lalu.

Perintah wajib vaksin tersebut, yang mewajibkan vaksin Covid-19 pada bisnis yang mempekerjakan 100 orang, mendapat tentangan dari beberapa anggota parlemen Republik dan pemilik bisnis.

Mereka menganggap aturan itu sebagai pelanggaran terhadap hak individu dan penyalahgunaan kekuasaan pemerintah.

Namun, Hakim Agung Elena Kagan melemparkan pertanyaannya, "Mengapa (aturan, red.) ini diperlukan untuk mengurangi risiko besar?"

"Ini adalah bahaya kesehatan masyarakat terbesar yang dihadapi negara ini dalam satu abad terakhir," tambahnya.

Ketika kasus infeksi Covid-19 meroket di AS - yang juga memecahkan rekor beban kasus harian pada pekan ini - Joe Biden mengatakan bahwa Covid-19 "seperti yang kita hadapi sekarang tidak akan bertahan lama".

"Tetapi Covid-19 di sekitar kita - di sini dan di dunia - mungkin akan tetap ada," tambahnya.

Baca juga: Tambah 57 Pasien, Total Kasus Omicron Kini Jadi 318: 99 Persen Bergelaja Ringan atau OTG

Baca juga: Waspada Omicron, 14 Negara Ini Dilarang Masuk ke Indonesia Mulai Jumat, 7 Januari 2022

Baca juga: Sebut Omicron dan Delta sebagai Ancaman Kembar Pandemi, WHO Perintahkan untuk Tingkatkan Vaksinasi

Di Prancis, Presiden Emmanuel Macron melontarkan pernyataan kontroversial di mana dirinya bersumpah untuk "membuat kesal" orang yang tidak mau divaksinasi sampai mereka bersedia melakukannya.

"Orang-orang bisa kesal tentang cara berbicara yang tampak biasa dalam kehidupan sehari-hari, tapi saya sepenuhnya mendukungnya," katanya, menambahkan: "Saya kesal dengan situasi yang kita hadapi".

Petenis nomor satu dunia Novak Djokovic juga tengah menjadi pusat kontroversi setelah ditolak secara dramatis untuk bermain di Australia Open karena status vaksinnya.

Dari dalam fasilitas penahanan imigrasi Melbourne sambil menunggu banding, Novak Djokovic mengirimkan unggahan di Instagram berisi ucapan terima kasihnya kepada "orang-orang di seluruh dunia atas dukungan kalian."

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved