Rabu, 8 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Corona

India Catat Lebih dari 300.000 Kasus Infeksi Covid-19 dalam 24 Jam Terakhir

India melaporkan lebih dari 300.000 kasus infeksi Covid-19 baru selama empat hari berturut-turut.

Punit PARANJPE/AFP
Seorang petugas kesehatan yang mengenakan peralatan Pelindung Pribadi (APD) berdiri bersama pasien saat dipindahkan ke unit perawatan intensif (ICU), di dalam ambulans di pusat pemulihan untuk merawat pasien virus corona Covid-19, di Mumbai pada 22 April 2021. 

TRIBUNTERNATE.COM - Pandemi virus corona penyebab penyakit Covid-19 telah berlangsung selama hampir dua tahun.

Dalam kurun waktu itu pula, virus corona jenis SARS-CoV-2 telah bermutasi menjadi sejumlah varian dan beberapa turunannya.

Berbagai negara masih dibuat kewalahan dengan begitu cepat dan luasnya penularan Covid-19, satu di antaranya adalah India.

India melaporkan lebih dari 300.000 kasus infeksi Covid-19 baru selama empat hari berturut-turut.

Meskipun demikian, jumlah kasus selama 24 jam terakhir sedikit lebih rendah daripada sehari sebelumnya, menurut data yang dirilis oleh pemerintah pada Minggu (23/1/2022).

Baca juga: PM Selandia Baru Batalkan Pernikahan Gara-Gara Penularan Covid-19 Omicron yang Makin Meluas

Baca juga: Background Arsitek Jadi Kriteria Kepala Otorita IKN, Tri Rismaharini Buka Suara: Bukan Hanya Aku Aja

Baca juga: 2 Orang Positif Covid-19 Varian Omicron Meninggal Dunia, Salah Satunya Baru Pulang dari Luar Negeri

Ambulans Covid-19 India.
Ambulans Covid-19 India. (The Indian Express)

Dikutip dari Channel News Asia, India mencatat 333.533 kasus infeksi Covid-19 baru selama 24 jam terakhir dengan 525 orang meninggal, menurut angka yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Kementerian Kesehatan India mengatakan, total kasus kematian karena Covid-19 di India kini mencapai 489.409 kasus.

Pada Sabtu (22/1/2022), India telah melaporkan 337.704 kasus baru Covid-19 dan 488 orang meninggal.

Dalam sebuah pernyataan, Pemerintah India juga mengatakan tingkat pemulihan untuk orang yang terinfeksi saat ini mencapai 93,18 persen.

Sejak awal tahun ini, sejumlah negara bagian di India berada di bawah berbagai tingkat pembatasan untuk menahan laju infeksi Covid-19 yang disebabkan oleh varian Omicron yang sangat menular.

Ibu kota India, Delhi, telah memberlakukan jam malam akhir pekan dan meskipun secara luas diharapkan Delhi akan melonggarkan beberapa pembatasan, pemerintah setempat memutuskan pada Jumat (21/1/2022) lalu untuk melanjutkan aturan jam malam.

Pemerintah federal mengatakan telah melakukan tes terhadap 1,87 juta orang dalam 24 jam terakhir dan berencana untuk terus memperluas angka tesnya di seluruh negeri.

Aturan Pembatasan Baru di Delhi, India Diberlakukan pada Akhir Tahun Lalu

Otoritas Manajemen Bencana Delhi (DDMA), pada Selasa (28/12/2021), mengumumkan aturan pembatasan baru untuk menekan penyebaran Covid-19 di India.

Aturan baru ini diberlakukan sebagai bagian dari kewaspadaan atas "lampu kuning" yang diberlakukan di Ibu Kota menyusul meningkatnya kasus Covid-19 di Delhi.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved