Konflik Rusia vs Ukraina
Rusia Tuding Ada Operasi Senjata Biologis di Ukraina, PBB Sebut Tidak Ada Buktinya
Perwakilan Tertinggi PBB mengenai Senjata menyebut, 15 anggota dewan PBB tidak menemukan adanya bukti terkait program senjata biologis di Ukraina.
TRIBUNTERNATE.COM - Di tengah konflik yang memanas, Rusia telah menuding Ukraina tentang pembuatan senjata biologis.
Pernyataan itu disampaikan Rusia, tetapi dibantah oleh AS dan sekutunya ketika sidang darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) digelar pada Jumat (11/3/2022) kemarin.
Terkait tudingan tersebut, PBB menyatakan tak menemukan bukti operasi pembuatan senjata biologis di Ukraina.
Dikutip dari Aljazeera, Rusia menginisiasi pertemuan tersebut untuk mendiskusikan tuduhannya yang belum terbukti soal dugaan Ukraina mengoperasikan laboratorium untuk pengoperasian senjata biologis dengan bantuan dari AS.
Perwakilan Tertinggi PBB mengenai Senjata, Izumi Nakamitsu, menyatakan 15 anggota dewan PBB tidak menemukan adanya bukti terkait program senjata biologis di Ukraina.
Nakamitsu mengatakan Ukraina dan Rusia adalah negara peserta dari Biological Weapons Convention (BWC) yang menjadi perjanjian internasional dan telah melarang senjata biologis untuk beredar.
“Senjata biologis telah dilarang sejak BWC mengeluarkan perjanjian tersebut pada tahun 1975,” ujarnya.
Baca juga: Kisah Warga Ukraina yang Bawa Hewan Peliharaan Saat Mengungsi: Kami Tak Bisa Tinggalkan Mereka
Baca juga: Takut Dibom Rusia, WHO Minta Ukraina Hancurkan Patogen di Laboratoriumnya, Bisa Sebabkan Virus Baru
Baca juga: Mengenang 2 Tahun Pandemi Covid-19, WHO Masih Kesal Dunia Tak Indahkan Peringatannya Lebih Awal
Sementara selama sidang Dewan Keamanan PBB, Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, menyatakan bahwa pihaknya telah menemukan 30 laboratorium senjata biologis di Ukraina.
Namun kemudian dibantah oleh Dubes AS untuk PBB, Linda Thomas Greenfield yang mengecam Rusia karena telah menggunakan Dewan Keamanan PBB untuk melegitimasi disinformasi dan menipu masyarakat dalam rangka membenarkan pilihan perang oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin melawan Ukraina.
“Aku akan mengatakan kali ini bahwa Ukraina tidak memiliki program senjata biologis. Selain itu tidak ada pula laboratorium senjata biologis di Ukraina yang dibiayai oleh AS di mana dituduhkan lokasi laboratorium tersebut berada di perbatasan Ukraina dan Rusia,” ujar Thomas-Greenfield.
Sementara, pada persetujuan di tahun 2005, Pentagon telah membantu beberapa laboratorium kesehatan publik di Ukraina dengan meningkatkan keamanan dari bahaya patogen dan pengembangan teknologi untuk riset.
Bantuan itu juga didukung oleh negara lain serta World Health Organization (WHO).
Lalu WHO mengatakan pada Kamis (10/3/2022), pihaknya meminta Ukraina untuk menghancurkan patogen yang mengancam pada laboratorium miliknya dalam rangka pencegahan potensi apapun di mana dapat menyebarkan penyakit ke masyarakat.
Dibantah oleh AS

Sebelumnya, pemerintah AS telah membantah klaim Rusia terkait kerjasama pengembangan senjata biologis di Ukraina.